Jelang Reshuffle Kabinet PAN dan PDIP Memanas

Senin, 17 Juli 2017, 17:00:00 WIB - Politik

Penulis buku yang juga Ketua Fraksi PDIP di MPR Ahmad Basarah (kedua kiri) memberikan buku kepada Presiden kelima yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) disaksikan Ketua MPR Zulkifli Hasan (ketiga kiri), Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (kanan), Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kedua kanan) dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly (kiri) saat peluncuran buku Bung Karno, Islam dan Pancasila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/6). Acara tersebut juga memperingati Haul ke-47 Bung Karno. (ANTARA)


SALING DIAM - Usai saling tuding kebandelan, kini masing-masing pihak meminta agar diam tak mengomentari partai lain. PAN dianggap tak setia dengan koalisi, padahal Jokowi membutuhkan dukungan kabinet yang solid.

Pandangan PAN yang berbeda kerap terlintas di media. Politikus PDIP Arteria Dahlan menyebut jika tak sependapat sebaiknya partai itu diam dan tak membuat kegaduhan.

"Paling tidak, kalau tidak sepakat, tidak mau bantu, baiknya kan mengambil sikap diam. Kalau seperti ini namanya bukan anggota dan mitra koalisi yang baik, ini namanya menunggangi pemerintahan sudah berkuasa. Kurang elok dan sangat tidak etis," ujar Arteria dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/7).

Kubu PAN juga gantian meminta PDIP diam dan tak mengomentari partai lain. Menurutnya, PDIP yang lebih dulu mengomentari sikap partainya.


"Itu kan kurang pantas Arteria ngomong begitu. Kalau minta partai lain diam, yang mulai PDIP komentari partai lain, kan dengan arogansinya kita kan punya hak jawab kita jelaskan posisi kita kan begitu," ucap dia.

Sikap PAN itu agaknya juga membuat 'gerah' kader PDIP yang berada di pemerintahan, Mendagri Tjahjo Kumolo. Tjahjo mengatakan etika berkoalisi seharusnya mengedepankan kepentingan pemerintah demi membangun sistem yang konsisten. "Harusnya tidak elok berkoalisi tapi menikam dari belakang," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis, Jumat (14/7). (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar