Pola Setoran Uang Korupsi E-KTP Pejabat Kemendagri

Jum'at, 17 Maret 2017, 09:00:26 WIB - Politik

Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi (kanan), mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni (kedua kanan), mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap (kedua kiri) dan Direktur Fasilitas Dana Perimbangan Ditjen Keuangan Kemdagri Elvius Dailami (kiri) meninggalkan ruangan saat rehat sidang lanjutan dugaan korupsi proyek E-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3). Pada sidang yang menghadirkan enam saksi itu, Gamawan mengaku tidak menerima uang dari proyek E-KTP. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut adanya aliran dana ke sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri mulai terbukti di pengadilan. Dalam sidang kedua kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni mengakui hal tersebut.

Selain mengenai aliran uang, dalam persidangan dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ini juga terungkap pola pemberian uang yang disebut dengan "3-3-1". Menurut Diah, pola pemberian itu terucap dari mulut Irman yang kala itu masih menjabat sebagai Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

"Selain uang yang pernah saya terima dari Agustinus atau Andi Narogong, sekitar 2013 saya dihubungi Irman yang menyampaikan, 'Bu, ada sedikit, ini ada 7, jadi mau dibuat 3-3-1, Sugiharto ikut kerja bu, nanti dikirim', Sugiharto, terserah, saya manut saja," kata Diah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/3).

Diah membenarkan keterangannya dalam BAP tersebut. Ia pun menjelaskan jika angka 7 yang dimaksud merujuk pada jumlah uang sebesar US$700 ribu. Sedangkan pola 3-3-1 adalah pembagian dari angka 7 yang dimaksud dengan rincian US$300 ribu untuk Irman, US$300 ribu untuk Diah dan US$100 ribu diberikan kepada Sugiharto.



Selain mendapatkan uang dari Irman, Diah juga mengaku pernah didatangi seorang pengusaha bernama Andi Agustinus yang memberikan uang sebesar US$200 ribu. Sehingga total uang yang didapat oleh Diah terkait perkara ini mencapai US$500 ribu.

"Setelah Agustinus datang beri uang, saya tanya ini uang e-KTP? katanya bukan. Lalu saya pikir uang apa saya bilang enggak usah lalu di titip meja tamu," kata Diah.

Penerimaan uang dari Irman dan Andi terjadi tidak berselang lama, namun sayang Diah mengaku tidak mengingat secara pasti waktu pemberian tersebut selain tahun pemberian yaitu pada 2013 lalu. Dan saat ini uang dengan jumlah US$500 ribu itu telah dikembalikan kepada KPK.

"Dikembalikan, saat saya diperiksa KPK. Bergulir saat masalah e-KTP ini, saya takut ada apa-apa," ujar Diah menjelaskan alasan pengembalian tersebut.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar