Ia menilai pernyataan SBY yang kecewa dengan sikap fraksinya juga dianggap membingungkan. Lantaran  sebagai pimpinan tertinggi, SBY harusnya lebih mengetahui arah sikap partainya jika ada pandangan yang berbeda. 

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kekecewaan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono atas sikap Fraksi Demokrat yang walk out dari sidang paripurna belum terobati. Diantara para kader Demokrat di parlemen pun saling lempar tanggung jawab, tak ada yang mengaku memerintahkan walk out.  

Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan yang jabatannya sebagai pengganti Ketua Umum SBY yang sedang melakukan lawatan ke luar negeri angkat bicara mengenai aksi walk out Demokrat. Menurutnya tak kuasa membendung pergerakan di tingkat fraksi.

"Saya sudah instruksikan bertahan, tapi di lobi fraksi berkata lain," ujar Syarief usai rapat di Komisi VI DPR, Jumat (26/9).

"Sebenarnya semalam itu kami dalam posisi yang betul-betul sangat sulit karena usulan kami golkan 10 poin pada saat poin perbaikan UU Pilkada langsung, di lobi fraksi nggak ada yang mendukung," ungkapnya.

Ia mengklaim Partai Demokrat sudah berupaya keras untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dia beralasan, apa yang diperjuangkan Demokrat terbentur proses lobi fraksi-fraksi. "Kami sudah berupaya keras untuk kepentingan rakyat. Tapi di lobi fraksi nggak ada yang mendukung. Karena sesuai tata cara lobi fraksi, maka nggak ada kesepakatan, itulah yang dibawa ke Paripurna," kata Syarief.

"Tapi itulah yang terjadi. Nasib terakhir ketua fraksi kami tidak ketahui. Ada yang terjadi demikian karena lobi fraksi nggak ada dukungan. Karena nggak ada dukungan jadi walk out," sambung Syarief.

Benarkan demikian?. Jubir PDIP Eva Kusuma Sundari punya cerita lain yang terjadi di lobi tingkat fraksi. Menurutnya Fraksi Partai Demokrat justru kaget saat PDIP memberikan dukungan pilkada langsung dengan 10 syarat. "Ini kan harusnya diperjuangkan bersama-sama. Itu omong kosong dukung penuh. Ada yang salah, ngaco. Gombal itu, mereka itu akting saja. Ini lucu seperti sudah direncanakan," ujar Eva, Jumat (26/9).

Ia menilai pernyataan SBY yang kecewa dengan sikap fraksinya juga dianggap membingungkan. Lantaran  sebagai pimpinan tertinggi, SBY harusnya lebih mengetahui arah sikap partainya jika ada pandangan yang berbeda.  "Kecewa apa, bagaimana Pak SBY? Enggak ada itu miss communication. Wong sangat terbuka, sangat lucu kan. Mereka lucu, kita mensuppport mereka, kok mereka tampak kaget. Harusnya happy kan. Tapi, selama proses itu ada keanehan," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Dia menegaskan kalau partai koalisi Jokowi-JK sudah jelas siap mendukung penuh opsi yang diinginkan Partai Demokrat. "Saya kaget lho. Sepertinya kok mereka siap abstain berikutnya. Lalu memasang 10 syarat itu. Mereka minta 50 syarat pun juga akan kita ikuti. Tapi, mereka enggak serius terhadap dukungan ke Pilkada langsung," ungkapnya.

Seperti diberitakan, fraksi Demokrat memilih netral dan melakukan aksi walk out dari paripurna RUU Pilkada. Alasannya, opsi pilkada langsung dengan 10 syarat yang diinginkan Demokrat tidak diterima. (dtc)