Sementara itu, pengamat politik Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun mengatakan, rencana pertemuan antara SBY dan Prabowo yang juga merupakan rekan se-almamater di Akmil, Magelang itu, boleh jadi merupakan langkah konsolidasi keduanya untuk bersinergi mendukung Anies-Sandiaga.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Sandiaga Uno mengungkapkan pertemuan dua pensiunan jenderal yakni Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono bakal segera terjadi, meski harus dijadwal ulang karena menyesuaikan jadwal luang SBY. Pertemuan itu sendiri sangat dinantikan karena akan sarat dengan makna politis, lantaran keduanya merupakan petinggi partai yang tengah bertarung merebut pucuk pimpinan DKI Jakarta.

"Pak Prabowo sudah meminta waktu kepada Pak SBY. Dan memang lagi menunggu jadwal dari Pak SBY. Kalau nggak salah, waktu dari hari Sabtu atau Minggu waktu sebelum saya pergi ke Jepang (direncanakan)," ujar Sandi setelah menjadi pembicara dalam acara Local Startup Fest di Senayan City, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Jumat (24/2) lalu.

Sandiaga mengatakan pertemuan Prabowo dengan parpol pengusung Agus-Sylvi itu memang diharapkan. Sebab, hal itu penting untuk mendulang dukungan di putaran kedua. "Pak Prabowo menyampaikan bahwa komunikasi ke semua partai sudah berjalan dan hasilnya bagus. Dan juga bahwa kita lagi nunggu waktu dari Pak SBY. Karena intinya, sebagai satu almamater, sama-sama tentara, Pak Prabowo itu punya hubungan bagus sama Pak SBY," sebut Sandiaga.

Terkait rencana pertemuan itu, politisi Partai Demokrat Roy Suryo juga menegaskan keyakinannya. Namun Roy belum mau mengungkapkan kapan pertemuan kedua tokoh itu akan dilangsungkan.

"Sementara masih dalam tahap arrangement antar Adc (ajudan-red) beliau-beliau, lho. Kemungkinannya fifty-fifty lah. Siapa tahu sore nanti mendadak Pak SBY WA pak Prabowo, ketemuan sore ini yuk," ujar Roy sambil berseloroh melalui pesan singkatnya kepada gresnews.com, Selasa (28/2).

Saat ditanyakan apakah pertemuan tersebut akan membicarakan soal pilkada DKI putaran kedua ini, Roy menjawab diplomatis. "Kita tunggu saja," ujar mantan Menpora era Presiden SBY itu singkat.

Rencana pertemuan itu juga sebelumnya diungkapkan Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto. Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan rencana pertemuan akan dilakukan secara tertutup dan belum dapat dipastikan kapan waktunya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu pun mengapresiasi pertemuan kedua tokoh politik tersebut. "Kalau ada pertemuan antara Pak SBY dan Pak Prabowo tentu sangat bagus," kata Agus Hermanto di Komplek Parlemen, Senin (27/2).

Agus enggan memastikan rencana pertemuan antara Prabowo dan SBY terkait dengan Pilgub DKI.

Seperti diketahui, saat ini partai-partai pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, yang kandas ke putaran kedua, tengah didekati oleh kubu Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan kubu Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

"Saya rasa untuk apa sajalah karena pertemuan dari dua tokoh pasti akan bagus sehingga silaturahmi siapa saja bertemu, apalagi dua tokoh, Pak SBY dan Pak Prabowo, adalah dua tokoh yang cukup betul-betul berpotensi menuju kebaikan di negeri ini. Tentu sangat bagus," ujar Agus.

SULIT DIREALISASIKAN - Menanggapi wacana pertemuan antara SBY-Prabowo, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai pertemuan antara dua purnawirawan jenderal itu secara politik akan sulit direalisasikan. Pasalnya, ada kepentingan politik SBY dan masa depan Partai Demokrat akan menjadi pertaruhannya. "Saya yakin pertemuan Prabowo-SBY sulit terwujud," kata Pangi saat dihubungi melalui pesan singkatnya kepada gresnews.com, Selasa (28/2).

Pangi melihat posisi Partai Demokrat yang tidak memihak dalam peta politik Indonesia merupakan langkah kunci dalam dalam merespons politik DKI. SBY juga sedang bermain aman dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta sehingga akan sulit pertemuan kedua tokoh politik tersebut dilangsungkan.

Lebih jauh dia melihat, SBY mulai mengukur diri setelah kekalahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilkada DKI putaran pertama. Kondisi itu, sambung Pangi, memperkecil kemungkinan SBY akan melabuhkan dukungannya kepada pasangan Anies-Sandi karena kesalahan dukungan nantinya akan mempersulit posisi Partai Demokrat.

"Ini terkait keberlanjutan Partai Demokrat dan masa depannya. Kalau salah memberikan dukungan, pertaruhannya adalah Demokrat," ujar Pangi.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun mengatakan, rencana pertemuan antara SBY dan Prabowo yang juga merupakan rekan se-almamater di Akmil, Magelang, itu, boleh jadi merupakan langkah konsolidasi keduanya untuk bersinergi mendukung Anies-Sandiaga. Menurut Ubedillah, rencana pertemuan itu mengisyaratkan peringatan terhadap lawan politik kedua tokoh tersebut.

Menurutnya, kedua tokoh itu pernah mengalami persaingan politik yang sama dengan lawan politik yang sama. "Maknanya warning terhadap lawan politik. Tentu saja ini warning untuk lawan politik keduanya. Kebetulan tokoh penting di belakang lawan politik dalam kontestasi pilkada DKI adalah sama. Keduanya sama-sama pernah berseberangan dengan Megawati (Soekarnoputri)," tegas Ubedillah. (dtc)