Simpang Siur Poros Baru Pilgub Jabar

Selasa, 12 September 2017, 09:00:00 WIB - Politik

Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda (tengah) berjabat tangan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kanan) memberikan memberikan Surat Keputusan Dukungan PKB kepada Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9). Setelah bergabungnya PKB yang memiliki tujuh kursi di DPRD Jabar, Ridwan Kamil kini memiliki 12 kursi dari partai sebelumnya Nasdem yang memiliki lima kursi, sehingga masih dibutuhkan dukungan sebanyak delapan kursi lagi, agar dirinya dapat diusung menjadi Calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023, sesuai dengan syarat yang ditetapkan KPU dengan dukungan minimal 20 persen kursi di DPRD Jabar. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kabar terbentuknya poros baru dalam ajang Pemilihan Gubernur Jawa Barat sudah dipastikan dengan adanya kesepakatan antara Partai Demokrat bersama PAN dan PPP. Ketiga parpol itu juga berencana berkoalisi di pilkada 16 kabupaten dan kota di Jabar.

Namun belakangan, kabar hadirnya poros baru ini menjadi simpang siur lantaran masih banyaknya klaim dari partai lain bahwa anggota poros baru itu masih belum solid. PPP misalnya diklaim Nasdem akan tetap ikut mendukung Ridwan Kamil yang diusung oleh Nasdem bersama PKB.

Hal itu ditegaskan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate. "Partai-partai pendukung akan menyampaikan dukungannya secara formal, namun NasDem menyakini setidaknya ada tiga parpol yang akan bekerja sama mendukung Ridwan Kamil (RK), yakni PKB dan PPP," kata Johnny di DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta, Senin (11/9).

Johnny menjelaskan, dengan ikutnya PPP nanti, itu berarti akan memenuhi syarat minimum jumlah kursi di DPRD Jawa Barat untuk bisa maju di Pilgub Jabar (21 kursi). Syarat minimal kursi di DPRD untuk pencalonan adalah 20 kursi.

Dia juga meyakini komunikasi politik yang telah dibangun dengan PPP akan sejalan dengan dinamika politik yang ada. "Komunikasi politik yang kami bangun sudah efektif dan terus-menerus kita bangun itu. Tetapi politik itu juga dinamis dan dinamika itu harus tetap kita jaga. Secara resmi PKB sudah mengumumkan, nanti PPP juga akan mengumumkannya. Setelah itu, kami harap juga partai lainnya yang sejalan dengan kami cita-cita membangun Jabar bersama Ridwan Kamil," paparnya.

Terkait nama calon bakal wakil gubernur yang akan dipasangkan dengan Ridwan Kamil, Johnny mengaku pihaknya telah mengantongi beberapa calon potensial. Nama-nama itu nantinya akan diputuskan sendiri oleh Ridwan Kamil.

"Calon potensialnya siapa, masih di kantong RK, jadi kita tunggu. Jadi untuk kewenangannya, kami serahkan ke RK. Kami mengajukan nama gubernurnya, masak wagubnya juga kami yang ajukan. Tapi, kalau diminta rekan-rekan PKB, PPP, tentu kami juga yang akan memberikan calon-calonnya. Tapi justru memilih satu yang terbaik," terang Johnny.

Kesimpangsiuran soal terbentuknya poros baru ini juga diperkuat dengan sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang terkesan mendua. PAN menegaskan, masih membuka peluang untuk mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018. Pasalnya, Wali Kota Bandung itu memiliki potensi untuk menang.

Di sisi lain PAN bersama Demokrat dan PPP sudah sepakat membangun poros baru. Namun, dalam koalisi itu tidak menutup kemungkinan akan mengusung calon dari luar parpol seperti Ridwan Kamil.

"Prinsipnya dibuatnya perahu (koalisi) ini kan pada akhirnya mengusung paket (cagub-cawagub). Kita sepakat itu bisa internal, eksternal dan eksternal-eksternal," kata Ketua DPW PAN Jabar Hasbullah saat dihubungi via telepon genggam, Senin (11/9).

Ia mengaku Ridwan Kamil beberapa waktu lalu menghubunginya untuk meminta dukungan PAN. Namun, sambung dia, permintaan orang nomor satu di Kota Bandung itu masih dipertimbangkan. "Kalau Nasdem dan PKB belum kontak ke saya. Kalau RK iya, beberapa hari lalu sempat kontak secara pribadi dia memang berharap kita bisa gabung," jelas dia.

Menurutnya dengan adanya dukungan tambahan dari PKB terhadap Ridwan Kamil tentunya memberikan kekuatan baru untuknya. Hal ini juga menunjukkan Ridwan Kamil serius untuk maju di Pilgub Jabar.

"Bahwa hari ini ada dukungan tertulis kepada RK, menurut saya sebuah keseriusan RK secara personal maju di Pilgub Jabar walaupun mungkin jumlah kouta (kursi) kurang. Ini perwujudan bahwa beliau serius dan komunikasi politik ada hasilnya," ungkap dia.

Diakuinya figur Ridwan Kamil saat ini memang yang paling diperhitungkan di Jabar. Pasalnya, sambung dia, dalam beberapa survei, Ridwan Kamil selalu berada di posisi tiga besar bahkan tertinggi.

Dengan hasil survei itu, kata dia, tentu akan menjadi pertimbangan PAN maupun poros baru. Namun, tentunya tidak hanya urusan elektabilitas dan popularitas yang dinilai tetapi aspek lainnya juga.

"Figur kan tidak hanya bicara popularitas dan elektabilitas saja, ada janji politik yang harus dirumuskan dan dikawal bersama. Dalam politik enggak boleh menutup komunikasi dan kemungkinan. Saya kira masih besar dan terbuka (peluang) untuk RK," kata Hasbullah.

Sejauh ini Ridwan Kamil baru mendapat dukungan dari Nasdem (5 kursi) dan PKB (7 kursi). Emil harus mencari 8 kursi lagi sebagai syarat minimal koalisi untuk mengusung calon di Pilgub Jabar 2018.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar