"Papa" Novanto Mundur dari DPR, "Papa" Novanto Tunjuk Pengganti

Minggu, 10 Desember 2017, 09:00:00 WIB - Politik

Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kedua kanan) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/12). KPK menyatakan berkas perkara tersangka kasus korupsi proyek KTP Elektronik itu sudah lengkap atau P21 dan siap untuk disidangkan. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Ketua DPR Setya Novanto dikabarkan telah menulis surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kabar itu beredar setelah Ketua FPG DPR RI Robert Kardinal dan Aziz Syamsuddin menggelar rapat dengan mengundang ketua-ketua fraksi lainnya. Pertemuan yang kemudian cuma dihadiri oleh Arsul Sani dari F-PPP dan Cucun dari F-PKB dan Sekjen DPR.

Beredar kabar, selain mengundurkan diri, 'Papa' Setnov juga menunjukkan penggantinya, yaitu Aziz Syamsuddin. Terkait isu tersebut, Ketua Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPP Golkar Roem Kono mengaku belum ada pemberitahuan resmi soal surat keputusan dari Setnov.

'Itu saya belum dengar itu saya baru membaca itu ada pertemuan. Mungkin antara mereka ada bincang-bincang ya saya tidak tahu. Tapi yaa memang sudah ada pemberitahuan secara resmi memang betul bahwa ada surat keputusan dari Ketum Setya Novanto menunjuk saudara Aziz,' ujar Roem saat konferensi pers di Pulau Dua Resto Kompleks Taman Ria Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/12).

Roem mengatakan, dirinya belum bertemu langsung dengan Aziz Syamsuddin perihal kebenaran surat dari Setya Novanto tersebut. Pengunduran diri Setya Novanto dan soal penunjukan Aziz sebagai ketua, lanjut Roem, harus melalui mekanisme yang diatur dalam partai.



'Kalau itu memang benar saya kira ini menjadi suatu pembicaraan kembali kepada kami sebagai pengurus partai Golkar dan juga anggota DPR. Jadi memang sekarang ini kita tahu Ketum kita masih dalam proses hukum jadi kita harus bertanya pada mereka karena memang kalau dilihat dari aturan-aturan itu menjadi suatu diskresi atau kebijakan ketum untuk mengangkat jabatan-jabatan strategis itu,' jelas Roem.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, mendengar kabar Setya Novanto melepas jabatan Ketua DPR. Arsul mendengar kabar tersebut saat menghadiri pertemuan di ruangan Fraksi Golkar, Lantai 12, Komplek DPR/MPR, Senayan, Jakpus.

'Bagi PPP sih pertemuan di lantai 12 (ruang Fraksi Golkar) itu nggak ada istimewanya, karena hanya mendengarkan Ketua F-PG (Robert J Kardinal) bilang kepada saya dan Cucun (Sekretaris F-PKB) bahwa Pak SN (Setya Novanto) telah memutuskan mundur dari Ketua DPR dan PG akan ajukan Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya,' ujar Arsul saat dikonfirmasi, Sabtu (9/12).

Arsul mengatakan pertemuan berlangsung singkat kemarin, 8 Desember 2017. Arsul bercerita, Fraksi PPP merespons kabar mundurnya Novanto dengan tanggapan normatif yaitu ucapan terima kasih. 'Ya, jawaban kami juga singkat dan normatif saja, terima kasih dan akan disampaikan kepada fraksi kami masing-masing,' kata Arsul.

Arsul mengaku tak ingin mencampuri urusan internal Golkar terkait penunjukan Ketua DPR baru. Dia pun enggan berkomentar soal rapat paripurna DPR, Senin (11/12) besok, sekaligus menjadi momen pelantikan Ketua DPR baru.

'Soal apakah rapur (rapat paripurna) Senin akan digunakan untuk pelantikan Ketua DPR baru, biar diputuskan di Bamus (Badan Musyawarah) DPR saja oleh pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi,' ucap Arsul.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar