Empat Partai Meradang Kena Sentilan Viktor Laiskodat

Sabtu, 05 Agustus 2017, 12:00:00 WIB - Politik

(Dari kiri) Perwakilan partai koalisi pemerintah Agus Gumiwang (Golkar), I Gusti Agung Rai Wirajaya (PDIP), Melchias Mekeng (Golkar), Jhonny G Plate (Nasdem), Reni Marlinawati (PPP), Robert Kardinal (Golkar), Amir Uskara (PPP) berbincang saat tiba untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/7). Pertemuan presiden dengan perwakilan partai koalisi pemerintah tersebut berlangsung tertutup. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Empat partai, Gerindra-PD-PKS-PAN, meradang setelah disebut dalam Pidato Ketua Fraksi NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai partai intoleran dan pendukung pembentukan negara khilafah karena menolak diterbitkannya Perppu Ormas. Mereka pun melaporkan Viktor ke polisi.

Gerindra dan Barisan Muda PAN mendatangi Bareskrim Polri sambil membawa video pidato Viktor. Mereka datang sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (4/8) dan nomor laporannya LP/773/VIII/2017/2017/BARESKRIM.

Ketua DPP Gerindra Iwan Sumule menyayangkan pernyataan Viktor Laiskodat. 'Saya anggap sangat berbahaya dalam sistem demokrasi. Saya menganggap bahwa Viktor Laiskodat telah melakukan ujaran kebencian dan berpotensi untuk memecah belah umat dan membuat perpecahan di anak bangsa,' kata Iwan.

Viktor juga disebutnya telah memprovokasi rakyat untuk saling membunuh. 'Gimana Viktor Laiskodat itu menyatakan, kalau dia yang datang ke kita, daripada kita yang dibunuh, kita bunuh duluan. Itu salah satu,' ujar Iwan.



Iwan menyebut Viktor juga melemparkan pernyataan bohong yang menyebut Gerindra merupakan partai terdepan yang mendukung kelompok ekstremis. Padahal, menurut Iwan, Gerindra jelas mengedepankan Pancasila sebagai dasar partai.

'Hal yang menurut saya adalah sebuah kebohongan karena di visi-misi Partai Gerindra sudah sangat jelas adalah mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sementara tuduhan Viktor Laiskodat kepada Partai Gerindra salah satunya ditempatkan di urutan nomor satu sebagai partai yang mendukung terwujudnya negara khilafah,' ujar Iwan.

Viktor dilaporkan atas dugaan melanggar dua undang-undang. Salah satu UU yang dilanggar Viktor menurut Iwan ialah UU ITE. 'Undang-Undang ITE Pasal 28 ayat 2, terus Pasal 156 KUHP. Terus dengan Undang-Undang Diskriminasi Nomor 40 Tahun 2008,' sebutnya.

Lebih lanjut Iwan berharap laporan pihaknya ditindaklanjuti polisi. Andai Viktor nantinya meminta maaf, dia ingin hukum tetap ditegakkan. 'Kita tahu bahwa saudara Viktor Laiskodat adalah elite partai yang bernaung dalam koalisi pemerintahan, partai yang hari ini duduk sebagai partai penguasa. Kami juga ingin menguji apakah hukum hari ini akan berkeadilan,' ujar Iwan.

Wasekjen PAN Surya Imam Wahyudi jadi wakil partainya melaporkan Viktor ke polisi. PAN merasa perlu meluruskan pernyataan Viktor dengan laporan ke polisi.

'Pernyataan itu mengandung unsur ujaran kebencian, permusuhan terhadap kelompok anak bangsa yang tentu bisa memicu konflik, sehingga ini perlu diluruskan dengan laporan polisi,' ujar Surya.

Namun PAN tak membawa bukti video pidato Viktor. PAN hanya menghadirkan saksi-saksi yang sudah melihat video itu.

'Kita juga akan layangkan somasi, tenggat waktu 3 x 24 jam. Respona yang bersangkutan gimana,' ujar Surya.

PKS pun segera melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri pada hari Senin (7/8). 'Kami sudah sampaikan bahwa hari Senin besok kami akan menyampaikan laporan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan ujaran kebencian dan permusuhan sebagaimana dimaksud pasal 156 KUHP, demikian pasal 28 UU ITE dan beberapa hal yang kami sampaikan,' ujar Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS Zainuddin Paru, Jumat (4/8) malam.

Tak hanya ke Bareskrim, PKS juga akan melaporkan Viktor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Pidato Viktor dinilai melanggar etik sebagai anggota dewan.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar