Persaingan Khofifah-Gus Ipul Dimulai

Senin, 04 Desember 2017, 08:00:00 WIB - Politik

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melambaikan tangan kepada wartawan usai mengikuti sidang Tim Penilai Akhir (TPA) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11). Khofifah menyatakan bahwa belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan Presiden Joko Widodo terkait rencana keikutsertaannya dalam Pilgub Jawa Timur 2018. (ANTARA)


SINDIR PENDUKUNG KHOFIFAH - Bakal cagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyindir parpol yang mendukung Khofifah Indar Parawansa maju Pilgub Jatim 2018. Ia menyontohkan saat Hanura akhirnya berpaling tak mendukung dirinya.

'Hanura daftar dan saya paparkan di sana. Memenuhi syarat-syarat, bahwa akhirnya yang menang bukan daftar, ya saya terima sebagai bagian dari kebijakan internal partai,' ujar Gus Ipul sebelum memaparkan visi-misi pada DPW PPP di Hotel Aria Surabaya, Jatim, Minggu (3/12).

Sebelumnya, Gus Ipul memang sudah mendaftar ke beberapa parpol pendukung Khofifah. Sebut saja Hanura dan Partai Demokrat. 'Saya tidak tahu, pokoknya saya diundang, pokoknya saya daftar, apa yang ikut lomba ini yang daftar menang atau yang tidak daftar menang. Nah ini saya tidak tahu apa yang tidak daftar menang atau tidak saya tidak tahu,' terang Gus Ipul.

Meski demikian, Gus Ipul menyebut apa yang dilakukan para parpol saat ini untuk membangun komunikasi politik. Untuk posisi sementara, Gus Ipul didukung oleh PDIP dan PKB. 'Apa pun yang terjadi, saya bangun komunikasi. Pertemanan dengan teman PPP karena saya tahu bahwa akhirnya yang putuskan Jakarta. Proses ikut saja, selebihnya kita berteman,' ujarnya.


Sementara, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai wajar duet Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Cak Imin menyebut bakal cagub usungan PKB, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), masih unggul di survei. 'Ya sudah kita dengar Khofifah berpasangan dengan Emil Dardak. Ya silakan saja, nggak ada masalah,' kata Cak Imin, beberapa waktu lalu.

Cak Imin hanya berpesan agar persaingan di Pilgub Jatim dilakukan dengan cara sehat. 'Yang penting kita bersaing secara sehat, yang penting terbuka, insyaallah sih dari hasil survei Yusuf masih unggul,' tuturnya.

Terkait bergabungnya Emil Dardak denga Khofifah, sementara PDIP mendukung Gus Ipul, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP partai yang menaungi Emil, menghormati pilihan kadernya. 'Setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memilih dan dipilih. Pilihan Emil Dardak sah-sah saja. Sebagai seorang yang lama berpendidikan Barat, wajar jika memandang proses kepemimpinan sebagai proses loncatan karier sebagai hak individu sebagaimana diagungkan di Barat,' kata Hasto.

Hasto mengenang awal hubungan politik PDIP dan Emil. Saat mengusung Emil sebagai calon Bupati Trenggalek pada 2015, PDIP melihat semangat anak muda dari cucu kiai NU, Mochamad Dardak, itu. 'Ketika kami mendukung pencalonan Emil Dardak, kami melihat bahwa yang bersangkutan punya semangat untuk membangun Kabupaten Trenggalek yang dikenal penuh tantangan untuk memajukan daerah yang memiliki problem sebagai daerah tertinggal dan terisolir. Saat itu kami menghargai semangat anak muda yang ingin membangun kampung halamannya,' kenang Hasto.

'Persoalan kemudian, dia berubah dan memilih untuk mencalonkan diri. Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Trenggalek. Biarkan rakyat yang menilai, sebab rakyatlah berdaulat di dalam memilih pemimpin,' ujar Hasto.

Hasto lalu bicara soal alasan partainya mengusung Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas. Hasto mengatakan pencalonan Gus Ipul-Azwar Anas merupakan komitmen PDIP bersama NU untuk menampilkan calon terbaik bagi Jawa Timur.

'Gus Ipul sangat berpengalaman luas, dan Azwar Anas penuh daya terobosan. Keduanya merupakan kombinasi kepemimpinan yang menarik dan saling melengkapi. Keduanya mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan dan kerakyatan sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang dikenal sangat patriotis untuk bangsa dan negara,' kata Hasto.

Dengan munculnya pasangan baru, Hasto memperkirakan pilkada Jawa Timur semakin menarik. 'Berkompetisi dengan Partai Demokrat yang memberikan dukungan kepada Khofifah dan Emil memberikan seni tersendiri dalam strategi,' pungkasnya. (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar