Karena itu Gatot menekankan, agar semua organisasi rakyat jangan terprovokasi dengan isu yang akan membuat rakyat terpecah. 

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Posisi Indonesia yang diapit dua samudera dan benua dengan sumberdaya alam berlimpah membuat Indonesia menjadi incaran negara asing. Banyak cara yang dilakukan negara-negara asing untuk menguasai Indonesia salah satunya melontarkan berbagai macam isu untuk memecah belah masyarakat.

Penglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan, ancaman itu benar telah terjadi di Indonesia. Bahkan dia menyebut Amerika dan Cina tengah berupaya untuk merongrong kekayaan alam di Indonesia. "Kompetisi itu sedang berlangsung dan Indonesia jadi sasaran. Indonesia sudah lama digarap," ujar Gatot di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat dalam sebuah diskusi bertajuk "Meruwat Indonesia, Menjaga NKRI", Rabu (28/12).

Lebih jauh Gatot menambahkan, beberapa isu yang marak belakangan merupakan upaya pihak asing untuk mengalih perhatian rakyat dari isu utama yang sedang dimainkan. Isu kebangkitan ideologi kiri komunisme, atau isu-isu yang bertebaran di media sosial sangat diragukan keabsahannya dan merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian dari isu strategis.

"Sengaja supaya isunya beralih pada yang lain, kita sibuk sama yang lain. Sementara yang ada di depan mata justru kita lupa," papar Gatot. Isu tersebut, sambungnya, akan memecahbelah kekuatan rakyat dengan provokasi tersebut.

Modus lain yang diungkap Gatot, yang digunakan negara lain untuk masuk ke Indonesia dengan terorisme. Menurut Gatot, wacana Islamic State Iraq and Syiria (ISIS) untuk membangun markas di Filipina Selatan merupakan instrumen negara asing untuk memasuki negara lain termasuk Indonesia.

Karena itu Gatot menekankan, agar semua organisasi rakyat jangan terprovokasi dengan isu yang membuat rakyat terpecah. Muhammadiyah menurut Gatot memiliki peran strategis untuk menjaga keutuhan NKRI. Sejarah masa lalu membuktikan bahwa organisasi seperti ini terbukti berjuang memerdekakan bangsa Indonesia.

Dia bahkan mendorong organisasi Muhammadiyah terus berjuang untuk menjalankan tugasnya mempertahankan NKRI. Dia juga menyatakan sejarah mencatat bahwa Muhammadiyah telah berperan aktif memerdekakan bangsa Indonesia.

"Maka saya mengambil judul yang sesuai dengan pendahulu kita mari kita berjuang dan bergotong royong. Karena bangsa ini bangsa pejuang. Dan gotong royong. Buktinya adalah bangsa ini patriot dan kesatria," katanya.

TANTANGAN INDONESIA - Anwar Abbas Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Muhammadiyah juga mengatakan hal yang sama dengan Gatot. Anwar menegaskan perlu sinergisitas antara pemerintah, Ormas, TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dari ancaman asing.

Dalam sambutannya, Anwar mengutarakan keprihatinannya terkait kondisi bangsa Indonesia belakangan ini. Menurutnya, banyak masalah-masalah strategisnya yang sedang dihadapi bangsa yang mesti diselesaikan dengan cepat oleh Panglima TNI.

Kalau pemerintah tidak segera menyelesaikan dengan cepat, imbuh Anwar, maka rakyat akan bertindak dengan caranya. "Isu pribumi dan non pribumi (Cina dan Non-Cina). Ini sangat gawat. Kalau isu pribumi dan non ini tidak terselesaikan, maka rakyat akan berbicara dan panglima akan kerepotan sendiri. Rakyat punya bahasa sendiri berbeda dengan bahasa pemerintah," tegas Anwar.

Selain itu, Anwar juga mengingatkan agar pemerintah berupaya memeratakan pembangunan di seluruh Indonesia. Menurutnya hingga kini masih ada beberapa daerah yang belum tersentuh oleh pembangunan.

Dia mengungkapkan, selama ini pembangunan masih terpusat di pulau Jawa, pada sisi lain daerah Indonesia bagian Timur justru masih sangat kurang. "Kita terlalu berpusat di Pulau Jawa. Sulawesi, Indonesia Timur, Kalimantan, tidak tersentuh," pungkasnya.

Bila pembangunan merata maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Dampaknya dengan masyarakat yang sejahtera tidak mudah diganggu oleh isu-isu yang akan merugikan masyarakat sendiri.