Menakar Keseriusan Golkar dalam Kasus e-KTP

Rabu, 15 Maret 2017, 21:00:32 WIB - Politik

Aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Prihatin Mega Korupsi KTP elektronik (E-KTP) menggelar aksi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Minggu (12/3). Mereka menuntut komitmen KPK dan pemerintah mengusut tuntas kasus korupsi proyek elektronik Kartu Tanda Penduduk atau E-KTP yang diduga melibatkan sejumlah pejabat publik. (ANTARA)

BANTAHAN MUNASLUB -Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) merebak di internal Golkar terkait Ketua Umum Setya Novanto yang terseret dalam lingkaran kasus korupsi e-KTP. Namun Ketua Fraksi Golkar Kahar Muzakir menyebut tidak akan ada Munaslub karena Golkar tak punya calon.

"Dua hal yang berbeda, itu urusan penegakan hukum. Golkar kan selaku organisasi itu pikirannya ya urusan hukum cukup, jangan bikin tahu-tahu Munaslub, gak ada orang yang mau Munaslub. Saya sudah cek itu, itu rumor saja Munaslub," ujar Kahar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).

Kahar pun sudah berbicara langsung dengan orang yang disebutnya menghembuskan isu Munaslub. Kahar menyebut orang tersebut gugup saat berbicara dengannya sehingga dapat dipastikan Munaslub tidak benar.

"Kan gak ada, saya udah tahu persis katanya mau Munaslub. Tidak ada, orangnya sudah saya cek. Kalau yang bilang gitu orang yang bikin rumor, tidak ada yang mau Munaslub kok, saya sudah nanya kemarin, 'bapak ngomong Munaslub dari siapa', dia jawabnya malah gugup-gugup, gak usah saya sebutkan," ceritanya.

Menurut Kahar, dalam dunia perpolitikan, adalah hal wajar jika ada pihak yang ingin mencari kepentingan saat sebuah partai sedang dilanda isu hebat. Berkali-kali Kahar memastikan kepada wartawan bahwa Munaslub cuma rumor.

"Udahlah, ini lembaga politik, biasa kalo ada masalah orang mau mengambil benefit politik. Saya sudah bilang sebagai Ketua DPP saya cek, tidak ada, kan kita baru saja ketemu 24 DPD. Emang gak ada yang mau Munaslub. Kalau mau maju Munaslub sendiri, ya silakan saja," pungkasnya. (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar