Menakar Keseriusan Golkar dalam Kasus e-KTP

Rabu, 15 Maret 2017, 21:00:32 WIB - Politik

Aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Prihatin Mega Korupsi KTP elektronik (E-KTP) menggelar aksi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Minggu (12/3). Mereka menuntut komitmen KPK dan pemerintah mengusut tuntas kasus korupsi proyek elektronik Kartu Tanda Penduduk atau E-KTP yang diduga melibatkan sejumlah pejabat publik. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Partai Golkar Golongan Karya mulai menyikapi serius terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP yang menyeret nama ketua umumnya Setya Novanto yang kini menjabat sebagai ketua DPR. Setya Novanto disebut menerima uang haram proyek e-KTP tersebut di dalam dakwaan Irman dan Sugiharto yang merupakan mantan pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Politisi senior Partai Golkar Fadel Muhammad saat diminta tanggapannya, Rabu (15/3) mengatakan internal partai Golkar akan menggelar rapat di kantor DPP Golkar untuk menyikapi beredarnya nama Setya Novanto dalam proyek e-KTP. Pihak Golkar sendiri menurutnya perlu menyikapi dan mendalami peran Setya Novanto dalam perkara dugaan megakorupsi yang merugikan negara senilai Rp2,3 triliun.

"Sejauh ini sikap Golkar masih wait and see melihat progres masalah hukumnya (Setya Novanto) sampai jelas status ketua umum. Kami enggak bisa kontrol masalah hukum," kata Fadel Muhammad kepada wartawan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).

Kendati begitu, Fadel mengatakan internal Golkar belum berpikir terlalu jauh dan mengambil sikap. Saat ditanya apakah akan diadakan Musyawarah Luar Biasa, dirinya masih belum memastikan. Golkar, sambung Fadel, akan menelisik dulu dan memastikan keterlibatan Setya Novanto dalam perkara e-KTP.

"Belum. Itu masih jauh belum ada pembicaraan kearah situ. Menurut saya kita bicarakan internal dulu. Apa benar informasi informasi yang beredar benar. Bagaimana kebenarannya terus kaitannya sama hukum," ujar mantan menteri kelautan dan perikanan tersebut.

Hanya saja Fadel mengatakan, langkah apapun yang akan diambil dalam rangka menyelamatkan partai dari petaka. Besok, Kamis (16/3) akan diselenggarakan rapat internal untuk merespon kasus e-KTP. "Prinsipnya agar partai ini selamat. Makanya besok pukul 14.00 kami akan bicarakan," katanya.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar