Menang Praperadilan Desakan Pencopotan Novanto Menguat

Sabtu, 30 September 2017, 20:00:15 WIB - Politik

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kedua kanan), Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa II Bambang Soesatyo (kanan), Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengikuti sosialisasi program pencegahan korupsi oleh KPK di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (18/9). KPK berkunjung ke Partai Golkar untuk melakukan sosialisasi mengenai pengelolaan pendanaan dan keuangan parpol, penyempurnaan sistem etik dan konsistensi penegakan. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kendati hakim sidang praperadilan telah membatalkan status Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus KTP Elektronik namun desakan agar ketua umum Partai Golkar itu mundur tak kendur. Terlebih lembaga survai sudah memberikan lampu kuning pada partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyoroti elektabilitas Golkar yang terus menukik karena kasus yang membelit Setya Novanto. GMPG meminta Golkar segera menggelar rapat pleno untuk mencopot Novanto sebagai ketua umum.

'Kalau DPP serius untuk bangkit meningkatkan elektabilitas partai, mereka harus gunakan kewenangan mereka yang dijamin AD/ART, yaitu melaksanakan rapat pleno yang agendanya satu, segera ganti Setya Novanto,' ujar Doli, Sabtu (30/9).

Doli menerangkan tren elektabilitas Golkar yang terus menurun. Ia menyebut Novanto memberi kontribusi besar atas hal tersebut.



'DPP (Golkar) melakukan pertemuan dengan tiga lembaga survei yang kesimpulannya elektabilitas (Golkar) merosot tajam dan penyebab terbesarnya Setya Novanto, 49-56 persen,' ucap Doli.

Kondisi kesehatan Novanto juga menjadi catatan Doli dan kawan-kawan. Dengan kondisi kesehatannya, Novanto dinilai tidak bisa menjalankan roda organisasi.

'Saya kira ada dua hal yang bisa dilakukan saat ini, minum obat sebanyak mungkin, kemudian berdoa. Itu saja. Jangankan ngurus Golkar, ngurusin dirinya saja nggak bisa,' cetus Doli.

Center for Strategic and Internasionall Studies (CSIS) melakukan survei tingkat elektabilitas partai-partai politik. PDIP masih bertahan di posisi teratas, namun Partai Golkar merosot cukup signifikan.

Survei CSIS untuk tahun 2017 dilakukan pada tanggal 23-30 Agustus dengan 1.000 responden secara acak (probability sampling) dari 34 provinsi di Indonesia. Responden adalah masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih. Margin of error dari survei ini sebesar 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam rilis Selasa (12/9/2017), elektabilitas PDIP tetap paling tinggi di angka 35,1%. Elektabiltas PDIP mengalami kenaikan setiap tahunnya dari tahun 2015 meski tidak terlalu besar.

Sementara itu, elektabilitas Golkar disalip oleh Gerindra jika dibandingkan dengan perolehan Pemilu 2014. Di Pileg 2014 lalu, Golkar berada di posisi kedua, sementara Gerindra di posisi ketiga.

Namun berdasarkan elektabilitas ini, Gerindra berada di posisi kedua (14,2 %) dan Golkar di posisi ketiga (10,9%). Elektabilitas Golkar menurun cukup tajam dari tahun sebelumnya. Sementara itu Gerindra terkesan stagnan.

Ketua Harian Golkar Nurdin Halid khawatir elektabilitas partainya terus turun. Dia menyatakan elektabilitas partainya sudah lampu kuning.

'Elektabilitas PG (Partai Golkar, red) yang sekarang ini saya nyatakan lampu kuning,' kata Nurdin di arena Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Golkar di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (29/9).

Nurdin menjabarkan alasannya menyebut elektabilitas Golkar sudah lampu kuning. Elektabilitas Golkar makin lama kian turun, bahkan mendekati angka 10 persen. Hasil Pemilu 2014 yang menunjukkan perolehan suara Golkar sebesar 14 persen juga merupakan indikasi penurunan elektabilitas 'partai beringin'.

'Tahun 2012, survei PG ketika itu 2 digit di atas 20 persen. Dan kemudian hasil akhir 2 tahun kemudian dilakukan pemilu, hasilnya dapat 14 persen, turun kan. Nah, sekarang juga masih 2 digit, tapi lampu kuning, 10, 11, 12 (persen) katakanlah begitu. Ini 2 digit, tapi 2 digit yang di ambang yang sangat mengkhawatirkan,' ulas bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Nurdin mengatakan seluruh elemen di Golkar harus mencari terobosan untuk memulihkan elektabilitas partai. Jika tidak ada terobosan, elektabilitas Golkar ditakutkan terjun bebas pada Pemilu 2019.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar