Polemik LBH versus Kivlan Zein

Selasa, 19 September 2017, 18:00:10 WIB - Politik

Sejumlah peserta bersiap mengikuti kegiatan asik-asik lewat aksi yang diselenggarakan di LBH Jakarta, Minggu (17/9). Aksi solidaritas bertajuk Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokarsi itu digelar pascapermintaan pembatalan pelaksanaan seminar bertajuk Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/1966 yang digelar oleh Forum 65 di Kantor LBH Jakarta pada hari sebelumnya. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Mayjen (Purn) Kivlan Zen mendatangi Bareskrim Polri. Kedatangannya itu terkait dengan keberatan terhadap pernyataan yang disampaikan Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur.

Kivlan bermaksud untuk melaporkan Isnur ke Bareskrim. Namun pelaporan itu belum bisa resmi dilakukan lantaran masih ada berkas yang harus dilengkapi.

Hal yang menjadi keberatan Kivlan adalah pernyataan Isnur yang menyebut si purnawirawan jenderal bintang dua itu sebagai dalang pengepungan kantor LBH Jakarta pada Minggu (17/9) malam.

"Saya mau melaporkan yang menyatakan memfitnah saya mencemarkan nama baik saya adalah sebagai dalang atau operator didalam penyerang LBH Jakarta," kata Kivlan di Bareskrim Polri, Jl Medan Merdeka Timur, Selasa (19/9).



Kivlan membantah dia adalah dalang dari aksi pengepungan itu. Dia memastikan tidak hadir pada aksi yang dilangsungkan sampai Senin dinihari tersebut.

"Dan saya tidak hadir dalam acara itu, baik pada waktu hari Sabtu atau Minggu. Malah hari minggu saya ada di Bogor. Kalau saya dituduh bahwa yang kejadian hari minggu ada penyerangan ada kerusuhan di depan LBH saya tak berada di sana dan tak merancang menyerang," ujar Kivlan.

Namun dia mengakui pernah bertemu dengan koordinator aksi Rahmat Himran. "Himran saya tahu, kenal. Himran yang mengundang saya. Mereka ini atas nama aliansi mahasiswa antikomunis," ujar Kivlan.

Kivlan mengatakan dia bertemu dengan Himran dan aliansi pemuda antikomunis tersebut pada Jumat malam pekan lalu. Dalam pertemuan yang digelar di Menteng 58 tersebut, Kivlan menyebut dia hanya memberikan nasihat agar aksi tidak dilakukan secara anarkistis.

"Di sana saya beri nasihat saja, agar jangan buat kerusuhan dan melanggar hukum," kata Kivlan.

Menurut Kivlan, Rahman dan kawan-kawan merupakan sekelompok anak muda yang sadar akan keselamatan bangsa dan negara. "Mereka mau demo untuk menghalangi orang-orang yang melawan undang-undang tentang larangan PKI," kata Kivlan.

Kivlan juga mempersoalkan acara LBH Jakarta-YLBHI yang kemudian berujung pengepungan kantor oleh sekelompok massa. Menurut Kivlan, apabila LBH Jakarta melanggar hukum, harus dibubarkan.

"Ya kalau LBH-nya melawan hukum, HTI juga melawan hukum toh dibubarkan. Kalau LBH melawan hukum ya kita minta dibubarkan juga dong," ujarnya.

Kivlan mendapatkan informasi bahwa LBH menggelar kegiatan yang berkaitan dengan PKI. Hal ini sudah dibantah oleh LBH.

"Ada orang saya di dalam yang memberitahukan ada seminar tetap jalan meski ditutup. Mereka tetap jalankan meskipun sudah jam 15.00. Hari Sabtu dan Minggu dilanjutkan dengan kesenian. Dan kemudian mereka katakan 'dilanjutkan'," kata Kivlan.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar