- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Menteri minta mundur, SBY lebih suka dengar staf khusus
Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II kecewa kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, Presiden kurang mendengar masukan menteri lantaran lebih percaya kepada staf khusus. Atas persoalan itu, muncul lagi spekulasi tentang niat empat menteri mundur dari kabinet, setelah beredar kabar mundurnya Boediono sebagai Wakil Presiden yang telah dibantah.
Berita terkait :
Jakarta -Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II kecewa kepada Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, Presiden kurang mendengar masukan
menteri lantaran lebih percaya kepada staf khusus. Atas persoalan itu,
muncul lagi spekulasi tentang niat empat menteri mundur dari
kabinet, setelah rumor mundurnya Boediono sebagai Wakil Presiden yang
telah dibantah.
"Para menteri kecewa karena rekomendasi-rekomendasi menteri tidak digubris. Presiden SBY lebih peduli pada masukan-masukan dari staf khusus," kata anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo di Jakarta, Jumat (17/2).
Dilanjutkan Bambang, sejumlah menteri sangat kecewa karena para staf khusus SBY sudah berani melakukan intervensi ke kementerian.
"Kalau Presiden SBY tidak segera merespon masalah ini, spekulasi akan terus merebak. Pada gilirannya, publik akan mempertanyakan soliditas kabinet dan efektivitas kepemimpinan SBY," ujar Bambang.
Oleh karenanya, Presiden SBY diminta memastikan bahwa kabinet yang ia pimpin masih solid.
"Kendati belum tentu benar atas rumor yang beredar hari-hari ini, Presiden SBY perlu memastikan bahwa pemerintahannya masih solid. Kepastian dari presiden itu amat diperlukan karena spekulasi keretakan kabinet terus merebak dalam beberapa hari terakhir ini," kata politisi Golkar itu.
"Oleh karenanya, respon yang segera dari presiden sangat diperlukan demi menciptakan kepastian," tuntas Bambang.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus