Menakar Peluang Anton Charliyan di Pilgub Jabar

Rabu, 11 Oktober 2017, 13:18:00 WIB - Politik

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) bersama Kepala Badiklat Pusat DPP PDIP Daryatmo Mardiyanto memimpin kursus politik pancasila di DPP PDIP, Jakarta, Minggu (24/5). PDI Perjuangan kembali menggelar kursus politik Pancasila dengan mengusung tema Jiwa dan Kepribadian Bangsa. (ANTARA)



POSISI CAWAGUB - Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan mengatakan keberadaan Anton bisa menjadi pembeda dalam percaturan di Pilgub Jabar. Sebab, sambung dia, sejauh ini belum ada kandidat dari kalangan kepolisian.

Menurutnya sosok polisi selalu diidentikkan dengan ketegasan dan kepemimpinan yang baik. Sehingga, sambung dia, hal ini menjadi modal dan keunggulan dibanding kandidat lainnya yang berasal dari kalangan sipil.

"Jadi itu bisa jadi salah satu pembeda karena salah satunya yang menarik pemilih itu perbedaan, antara satu kandidat dengan kandidat lain," kata Firman, Kamis (6/10).


Meski memiliki keunggulan dari latar belakang profesi, kata dia, kontestasi pilkada tidak hanya mengukur itu. Menurutnya setiap kandidat yang maju juga harus memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas baik.

"Persoalan popularitas dan elektabilitas karena yang lain sudah dulu bermunculan. Pak Anton muncul, berat mengejar mereka yang sudah dulu muncul. Kalau konteks calon gubernur, ada problem di sana," ungkap dia.

"Walaupun tadi artinya akan dijadikan salah satu kandidat alternatif, ya memang harus proses mengejar popularitas dan elektabilitas segera dilakukan," menambahkan

Menurutnya peluang Anton justru terbuka lebar untuk posisi cawagub. Sebab, sambung dia, dari ketika kandidat kuat cagub saat ini belum ada yang memiliki pendamping untuk bertarung di Pilgub Jabar.

"Kecuali memang untuk wakil masih relatif terbuka sekali, lalu muncul pembeda. Apakah bisa dimunculkan keterpaduan antara sipil dan polisi. Itu bisa menjadi salah satu keunggulan," kata Firman.(dtc)


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar