Lahirnya Poros Baru Pilgub Jabar

Sabtu, 09 September 2017, 11:00:00 WIB - Politik

Walikota Bandung Ridwan Kamil (ANTARA)

TAK KHAWATIR - Menanggapi munculnya poros baru ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak merasa khawatir. Pasalnya, koalisi PKS-Gerindra sudah mengantongi tiket untuk bisa mengusung calon. PKS mengantongi 12 kursi di DPRD Jabar, sementara Gerindra 11 kursi. Perolehan kursi keduanya melampaui minimal syarat pengusungan 20 kursi.

PKS-Gerindra mengusung pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu. "Tidak masalah (muncul) poros baru. Karena PKS-Gerindra sudah punya tiket untuk mengusung calon," kata Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu.

Wakil Wali Kota Bekasi itu menyambut positif wacana kemunculan poros baru dan figur baru tersebut. Sebab, sambung dia, dengan begitu akan banyak pilihan pemimpin untuk masyarakat Jabar. "Kalau ada calon baru kan bagus, masyarakat jadi banyak pilihan pemimpinnya mendatang," ungkap dia.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya masih berharap Demokrat, PPP dan PAN bisa bergabung dengan koalisi PKS-Gerindra. Sebab, sejauh ini pembentukan poros baru itu masih dalam tahap penjajakan. "Kan masih tahap penjajakan. Mudah-mudahan masih ada pertimbangan-pertimbangan yang membuat mereka bersama kami," kata Syaikhu.

PDIP juga menanggapi santai dengan kemunculan poros koalisi baru di Pilgub Jabar 2018. Alasannya lantaran PDIP sudah menguatkan koalisi yang kokoh untuk berkontestasi di Pilgub Jabar nanti.

"Pertama saya kira wajar ya parpol sedang mencari grup untuk memenuhi kuota 20 persen (kursi DPRD Jabar). Karena kan partai-partai itu belum memenuhi syarat untuk mencalonkan," kata Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana.

PDIP mengaku tidak khawatir dengan manuver politik yang digulirkan Demokrat, PPP dan PAN. Terlebih, sambung Abdy, pembentukan poros baru ini masih sebatas penjajakan di tingkat Jabar. "Bagi PDIP, saya kira tidak terpengaruh dengan manuver-manuver yang dilakukan," ucap Abdy.

Menurut dia, hadirnya poros koalisi baru yang tentunya memunculkan tokoh anyar akan semakin meramaikan pesta demokrasi. Selain itu, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk calon pemimpinnya untuk masa mendatang. "Saya kira semakin banyak figur semakin baik, sehingga rakyat mempunyai banyak pilihan terhadap calon kepala daerah yang akan dipilih," tuturnya.

PDIP masih membuka peluang mengajak Demokrat, PPP dan PAN untuk berjuang bersama. PDIP tetap membangun komunikasi politik dengan tiga parpol itu. "Sepanjang belum ada keputusan final dari DPP masing-masing, kita masih ada peluang membangun komunikasi dengan parpol-parpol tersebut," ujar Abdy.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar