Lahirnya Poros Baru Pilgub Jabar

Sabtu, 09 September 2017, 11:00:00 WIB - Politik

Walikota Bandung Ridwan Kamil (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Poros baru di ajang Pemilihan Gubernur Jawa Barat akhirnya terbentuk. Demokrat bersama PAN dan PPP sepakat membentuk poros koalisi baru di Pilgub Jabar. Ketiga parpol itu juga berencana berkoalisi di pilkada 16 kabupaten dan kota di Jabar.

Kesepakatan itu muncul setelah melakukan tiga kali pertemuan. Namun kesapakatan ini belum dideklarasikan lantaran muncul klausul baru yang belum masuk dalam draf nota kesepahaman.

"Tadinya penandatanganan mau hari ini, tapi muncul klausul baru untuk kerjasama tingkat kabupaten dan kota. Jadi kami tunda," kata Ketua DPD Demokrat Jabar Iwan Sulandjana saat ditemui usai pertemuan dengan PAN dan PPP di kantor PAN, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Jumat (8/9).

Menurutnya hingga saat ini belum membicarakan figur yang akan diusung nanti. Pasalnya ketiga partai masih akan menggodok dan menentukan kriteria figur yang cocok untuk memimpin Jabar mendatang.

"Kita akan cari kriteria untuk calon dulu, kalau sudah ada baru dicari siapa yang cocok. Jadi masih terbuka untuk siapapun (calon) untuk saat ini," ungkap dia.

Dia mengatakan kemungkinan besar mengusung figur baru nantinya. Sebab, sambung dia, pihaknya ingin menawarkan figur lain selain yang selama ini sudah muncul di bursa calon.

"Kalau kita melihat para pengamat, sepertinya di Jabar difokuskan orang tertentu saja. Kita melihat yang beredar, begitu banyak tetapi mereka dipandang sebelah mata," kata Iwan.

Ketua DPW PAN Jabar Hasbullah mengatakan segera melakukan pertemuan untuk mengkonsolidasikan terkait kerjasama di tingkat daerah. Sekaligus mengkaji kriteria calon untuk Pilgub Jabar.

"Sepakat bappilu masing-masing partai bertemu, salah satunya mengsinkronisasikan pilkada di daerah. Tim ini juga akan membuat kriteria calon (Pilgub Jabar) kira-kira kalau punya mimpi figur siapa yang mampu," kata Hasbullah.

Kelahiran poros baru ini jelas semakin mengancam eksistensi bakal calon gubernur jabar Ridwan Kamil yang saat ini baru mengantongi dukungan dua partai yaitu PKB dan Nasdem. Kursi kedua partai itu kurang dari 20 kursi di DPRD Jabar sehingga sangat sulit bagi Emil--panggilan akran Ridwan Kamil-- untuk maju jika tidak ada tambahan partai pengusung.

Emil sendiri tidak menganggap wacana poros baru besutan Demokrat dengan mengajak PPP dan PAN sebagai bentuk ancaman dalam pencalonannya. Pria yang kini masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung itu mempersilakan Demokrat ingin membuat poros baru tersebut. Sebab sebuah poros dipastikan akan membutuhkan figur yang dicalonkan setelah terbentuk.

"Kalau terbentuk kan butuh figur. Figurnya ke siapa ya nanti dengan demokrasi ilmiah pasti survei. Bisa saya atau yang lain. Bukan berarti ancaman, kalau tidak jadi ke saya," ucap Emil kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (8/9).

Disinggung apakah yakin poros tersebut akan meliriknya sebagai figur Cagub Jabar, Emil mengaku optimis. "Yakin mah kudu yakin. Tapi sebelum janur kuning melengkung mah tidak bisa dipastikan," katanya.

Dia meyakini perhelatan Pilgub Jabar akan penuh drama layaknya saat terjadi di Pilgub DKI Jakarta. "Masih banyak drama seheboh drama Jakarta. Jadi tenang saja ada drama-drama. Seperti waktu itu banyak diberitakan Pak Yusril (di Jakarta) mau maju ternyata tidak. Jadi tenang saja," tandas Emil.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar