Kejagung Sisir Pihak Lain Korupsi Bandara MOA

Rabu, 08 Maret 2017, 11:00:43 WIB - Politik

Jaksa Agung M Prasetyo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Dugaan korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara MOA Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya tak hanya berupa penggelembungan harga, tetapi juga pengaturan lelang. Rekanan proyek yang dimenangkan tidak memiliki kualifikasi pengerjaan proyek pembangunan bandara. Audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan kerugian negara mencapai Rp20 miliar.

"Itu kasus pembangunan bandara di Maluku Barat Daya namanya MOA, itu ada korupsi dalam pembangunan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Rabu (8/3).

Penyidik kasus ini terus mengembangkan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Sebab ada keterangan yang menyebut pemenang proyek telah diatur untuk memenangkan PT Bina Prima Taruna.

"Kemungkinan tersangka lain (ada), tapi berkas ini kita selesain terus dilimpahkan ke pengadilan. Nanti kita lihat di persidangan," kata Armin.



Pada Senin (6/3) tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung memeriksa Franscois K. Orno (Alex Orno) yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Maluku. Alex Orno ini diduga pihak yang mengatur pemenang lelang.

Namun dalam pemeriksaan, Alex Orno membantah telah terlibat pengaturan pemenang proyek. "Saksi mengaku tidak pernah mengatur proyek pembangunan kontruksi runway Bandara MOA Tiakur yang dibiayai dari APBD Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun Anggaran 2012," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Moh Rum, Selasa (7/6).

Dalam kasus ini, Alex Orno diduga mengatur untuk memenangkan PT Bina Prima Taruna yang dalam lelang bekerjasama dengan PT Polaris Jaya Sakti dipimpin oleh Direktur Marmon Niwantoro karena, PT Bina Prima Taruna tidak memiliki pengalaman dalam bidang konstruksi Bandara.

"Keterangan saksi akan didalami penyidik," kata Rum.

Dalam kasus ini Kejaksaan Agung telah menetapkan empat tersangka. Meraka adalah, Ir John Tangkuman, mantan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Barat Daya, Sunarko, Direktur PT Bina Prima Taruna, Nikolas Paulus ST, konsultan pengawas pembangunan Bandara MOA dan Paulus Miru SH, mantan Plt Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Barat Daya.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar