Pertemuan kandidat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pada Rabu (1/3) lalu dinilai Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio sebagai suatu langkah kepagian.

JAKARTA, GRESNEWS.COM — Pertemuan kandidat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pada Rabu (1/3) lalu dinilai Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio sebagai suatu langkah kepagian. Pasalnya, meski belum tentu memenangkan kontestasi Pilgub DKI 2017, Anies sudah bicara cukup jauh soal hubungan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan Pemprov Jabar.

"Tentu itu langkah kepagian, meskipun dalam politik itu sah dan wajar-wajar saja. Daripada ke Bandung, mestinya Anies konsentrasi dulu di Jakarta," kata Hendri kepada gresnews.com, Kamis (2/3).

Hendri menerangkan, secara substansi, pembicaraan Anies-Aher soal hubungan kerjasama antara Pemprov DKI dengan Pemprov Jabar memang terlalu dini. Namun demikian, sebagai sebuah strategi, Hendri mengapresiasi langkah yang ditempuh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. Menurutnya, secara psikologis, dalam menanggapi sebuah kontestasi, tak sedikit orang Indonesia yang menyukai pihak-pihak yang dengan percaya diri sudah memposisikan dirinya sebagai pemenang.

Dan dalam hal ini, Anies Rasyid Baswedan telah berlaku demikian. "Bicara soal kerjasama antar-pemerintah provinsi, tentu kepagian karena jadi gubernur saja belum. Tapi sebagai sebuah strategi, bagus. Dengan komunikasi person to person yang dibangun dengan Aher, Anies sudah membangun persepsi bahwa dirinya bakalan menang," papar Hendri.

Disinggung apakah strategi yang dilakukan Anies itu akan berdampak besar pada perolehan suaranya di putaran kedua nanti, Hendri menyebut hal itu masih sangat memungkinkan. Pasalnya, perolehan suara pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi di putaran pertama lalu terbilang tidak begitu signifikan, yakni 2,86%.

Bahwa status Aher sebagai gubernur Jabar tampak tidak ada kaitan sama sekali dengan Pilgub DKI, Hendri menyebut masih punya daya tawar. Bagaimanapun, Aher salah satu tokoh politik "Urang Sunda" di kancah nasional. Di sisi lain, Aher juga menduduki posisi yang cukup strategis selaku Ketua Bidang Pembinaan Kepemimpinan Daerah DPP PKS.

"Di final, suara siapa pun jadi berharga. Aher bisa dimanfaatkan untuk mensolidkan suara masyarakat Sunda yang tersebar di Jakarta, sekaligus menegaskan dukungan PKS kepada Anies-Sandi," katanya.

Namun demikian, Hendri mengingatkan, sebaik apa pun upaya-upaya yang ditempuh Anies-Sandi untuk memenangkan Pilgub DKI 2017, diakui atau tidak, pasangan petahana Ahok-Djarot sudah menetapkan standar tertentu dalam kaitannya dengan memimpin DKI. Itulah tantangan sebenarnya bagi pasangan Anies-Sandi.

"Ahok sudah menetapkan standar baru soal bagaimana seseorang harus menjadi gubernur DKI. Terlepas dari sikapnya yang kontroversial, dia sosok yang kuat. Sebagian besar masyarakat DKI dapat menerima sepak terjangnya," pungkas Hendri.

AHER SIAP TERJUN — Terkait kunjungannya ke Aher, Anies Baswedan menyebut kunjungannya ke Bandung pada Rabu (1/3) lalu adalah bentuk silaturahmi sekaligus penjajakan antara dirinya dan Ahmad Heryawan selaku Gubernur Jabar.

"Kemarin saya silaturahmi dengan pak gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan, membicarakan berbagai hal terkait Jakarta dan Jawa Barat. Kita tahu Jawa Barat ini salah satu provinsi penopang Jakarta. Kebutuhan pangan kita banyak disuplai dari Jawa Barat," kata Anies, Kamis (2/3/).

Anies juga menyebut bahwa pertemuannya dengan Aher dilakukan demi menggali pengalaman yang bersangkutan dalam memimpin sebuah provinsi. Bagaimanapun, keberhasilan Aher memenangkan Pilgub Jabar dua periode dinilai Anies sebagai bahan pelajaran yang penting bagi dirinya.

Dalam pertemuan itu, Anies dan Aher membicarakan sejumlah persoalan yang ada relevansinya dengan persoalan antara Pemprov DKI dan Jabar, misalnya persoalan lingkungan hidup, pangan dan pertanian, transportasi, hingga pengelolaan air. "Kami memang tidak membicarakan secara spesifik program A, B, C. Tapi lebih banyak beliau bercerita hal-hal apa yang perlu menjadi perhatian kami (Anies-Sandi)," papar Anies.

Anies pun menyebut bahwa Aher mengapresiasi kunjungannya tersebut. Menurutnya, Aher berharap hubungan Anies dengan pihaknya bakal terus terjaga, seiring jalinan kerjasama dan tingkat kepercayaan di antara kedua belah pihak harus terus ditingkatkan, agar jika ada masalah antara DKI dan Jabar, masalah itu bisa segera diselesaikan dengan baik. "Kita komit untuk menyelesaikan hal-hal yang ada di Jakarta yang punya relevansi di Jabar secara bersama-sama," kata Anies.

Sedang sebelumnya, dalam kunjungan ke Kantor DPW PKS di Bandung, Anies menyebut komunikasi dengan Jawa Barat sangat penting. Bahkan, Anies menyebut hubungan DKI Jakarta dan Jawa Barat seharunya lebih dari sekadar hubungan antartetangga yang dikelola secara profesional. Menurut Anies, hubungan DKI dan Jabar haruslah laiknya hubungan sebuah keluarga.

"Kami membayangkan memimpin Jakarta dan Jawa Barat perlu lebih dari hubungan profesional, melainkan harus hubungan keluarga besar yang dikelola secara bersama," kata Anies.

Demi membangun hubungan kekeluargaan itulah Anies memulai penjajakan dengan mendatangi Aher selaku sosok nomor 1 di Jawa Barat. "Kerja gubernur DKI itu kan masih Oktober nanti, nah sebelum itu kami persiapkan semuanya karena visi kami bukan lagi penantang tetapi pengganti petahana," tegas Anies.

Terlepas dari rencana membangun kerjasama antara Pemprov Jabar dan DKI, Aher sendiri merasa senang dengan kedatangan Anies. Terlebih sosok yang baru lolos ke putaran kedua Pilgub DKI itu sama-sama didukung PKS. Dan, demi mendukung partainya memenangkan Pilgub DKI, Aher mengaku dirinya siap mengajukan cuti agar dapat turun langsung menjadi juru kampanye pasangan Anies-Sandi.

"Boleh dong di putaran kedua nanti saya jadi juru kampanye Anies-Sandi. Saya secara moral terikat untuk mendukung dan memenangkan pasangan Anis-Sandi," tegas Aher. (GRESNEWS.COM/ZULKIFLI SONGYANAN)