Menimbang Calon Pasangan Terkuat di Pilgub Jatim

Senin, 25 September 2017, 11:00:00 WIB - Politik

ga bakal calon Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri), Anggota DPR Komisi X Ridwan Hisjam (kanan) dan Ketua DPW PAN Jawa Timur Masfuk (kedua kanan) menyampaikan visi dan misi saat dialog publik di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/9). Dialog publik yang mengusung tema "Memilih Pemimpin Jawa Timur Yang Berkemajuan" tersebut merupakan wadah bagi calon pemimpim Jatim untuk memaparkan pandangannya kepada pemilih menjelang Pilkada 2018. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Nama-nama seperti Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini tampak tak tergoyahkan sebagai kandidat kuat bakal caon gubernur Jawa Timur di ajang Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2017. Kini, ketiganya sepertinya sudah bisa punya pilihan soal siapa tokoh yang juga cukup kuat untuk digandeng sebagai bakal calon wakil gubernur.

Nama seperti Abdullah Azwar Anas mencuat sebagai salah satu kandidat kuat bakal calon wail gubernur Jatim. Nama Bupati Banyuwangi itu, muncul sebagai kandidat terkuat bakal calon wakil gubernur Jatim dalam survei yang dilakukan Alvara Research Center.

'Kami juga memetakan kadindat potensial yang dinilai tepat menjadi calon wakil gubernur. Nama Abdullah Azwar Anas berada di posisi teratas dengan angka 41,7 persen,' kata Direktur Alvara Research Center Hasanuddin Ali kepada wartawan di Surabaya, Minggu (24/9).

Sedangkan Budi 'Kanang' Sulistyono (Bupati Ngawi) menempati urutan kedua dengan suara 13 persen. Hasan Aminuddin (DPR RI fraksi NasDem dan mantan Bupati Probolinggo 2 periode) mendapatkan 10,8 persen. La Nyalla M Mattalitti (Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur) mendapatkan 9,7 persen. Sedangkan nama lainnya, angkanya dibawah dari tokoh-tokoh tersebut.

'Survei ini menghasilkan temuan bahwa, masyarakat memang cenderung langsung terkluster bahwa figur calon gubernur hanya ada tiga yakni, Gus Ipul, Khofifah, Risma. Jadi, nama potensial diluar ketiga tokoh ini, otomatis terkluster di posisi cawagub,' tuturnya.

Hasanuddin menambahkan, jika Anas disandingkan dengan cagub Gus Ipul, Khofifah atau Risma, maka tingkat persetujuan pemilih berkisar 58-62 persen. Sedangkan Hasan Aminuddin jika disandingkan dengan ketiga tokoh cagub tersebut, mendapatkan persetujuan pemilih berkisar 35-39 persen. Sementara Budi 'Kanang', mendapatkan persetujuan pemilih hanya berkisar 22-25 persen.

'Sebagai cawagub, nama Anas mendapatkan paling banyak persetujuan dari pemilih jika dibandingkan dengan ketiga tokoh calon gubernur Gus Ipul, Khofifah atau Risma,' tuturnya.

Ia menegaskan, meski nama-nama calon gubernur dan calon wakil gubernur sudah mengerucut, segala sesuatu masih memungkinkan terjadi perubahan, karena coblosan Pilgub Jatim masih sekitar sembulan lagi atau Juni 2018.

'Tokoh yang sudah eksis maupun yang ingin menggrebak konfigurasi politik di Jawa Timur yang sudah mapan selama ini, harus bekerja keras menerapkan strategi komunikasi publik, pemasaran gagasan, pemetaan lapangan yang terukur. Jadi, pertarungan Pilgub Jatim masih menarik,' tandasnya.

Alvara Research Center menggelar survei pada minggu ketiga dan keempat Agustus 2017, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Responden yang disurvei sebanyak 1.200 orang yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten dan kota di Jatim. Survei ini mempunyai tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen.

Survei Alvara juga mengungkapkan, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa masih menjadi tokoh yang menempati 2 teratas suara terbanyak calon Gubernur Jawa Timur. 'Jika yang turun gelanggang hanya dua calon yakni, Gus Ipul dan Khofifah, maka Gus Ipul unggul 46,6 persen dan Khofifah 35,9 persen. Sisanya belum menentukan pilihan,' kata Hasanuddin Ali.

Dia mengatakan dari aspek popularitas atau tingkat pengenalan, Gus Ipul yang saat ini Wakil Gubernur Jawa Timur, meraih 90,2 persen. Sedangkan Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial) meraih 86,6 persen. Tri Rismaharini (Wali kota Surabaya) 73,9 persen. Djarot Saiful Hidayat (Gubernur DKI Jakarta) 28,4 persen. Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013), serta Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) meraih 22,3 persen.

'Mereka dikenal, karena nama-nama yang beredar ini memang sudah dikenal sebagai sosok yang bukan hanya berkaliber Jawa Timur, tapi juga nasional. Ada menteri, ada mantan menteri, hingga kepala daerah yang dinilai berprestasi,' ujarnya.

Ia menambahkan, Gus Ipul dan Khofifah menempati dua urutan teratas, karena ketokohan. Keduanya, juga pernah bersaing dalam Pilgub 2008 dan 2013. 'Sehingga hampir semua responden mengenalnya,' tuturnya.

Survei dari sisi elektabilitas, untuk simulasi sebelas nama calon gubernur, maka Gus Ipul meraih suara terbanyak 32,4 persen. Disusul Khofifah sebanyak 27,7 persen. Risma 16,1 persen. Azwar Anas 4,2 persen. Hasan Aminuddin (anggota DPR RI dari Fraksi NasDem) mendapatkan 3,3 persen dan Djarot 2,3 persen. 'Selain nama-nama tersebut, tingkat elektabilitasnya dibawah 2 persen. Dan yang belum menentukan pilihan 11,6 persen,' terangnya.

Hasanuddin menerangkan, jika Pilgub Jatim 2018 mendatang ini hanya diikuti tiga calon gubernur, Gus Ipul, Khofifah, Risma, maka Gus Ipul merauh 37,2 persen. Khofifah 31,8 persen dan Risma 18 persen.

Jika Risma tidak ikut bertarung, hanya dua cagub yang bertanding antara Gus Ipul versus Khofifah, maka Gus Ipul meraih 46,6 persen dan Khofifah 35,9 persen. 'Dari hasil tersebut, Gus Ipul mendapatkan porsi terbesar limpahan suara dari Bu Risma,' tandasnya.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar