La Nyalla "Menyala" Serang Prabowo

Jum'at, 12 Januari 2018, 11:00:00 WIB - Politik

La Nyalla Mattalitti (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Di tengah upaya Partai Gerindra untuk mencari calon terbaik untuk diajukan di ajang Pemilihan Gubernur Jawa Timur, sebuah 'serangan' tak terduga justru muncul dari tokoh yang sebenarnya sudah digadang bakal diajukan sebagai calon gubernur Jatim oleh Gerindra, yaitu La Nyalla Mattalitti. La Nyala mendadak 'menyala' melancarkan serangan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Tak tanggung-tanggung, La Nyalla menuding Prabowo telah meminta uang sejumlah ratusan miliar kepada dirinya agar bisa direkomendasikan sebagai calon gubernur Jatim. Permintaa itu, kata La Nyalla, tak bisa dia penuhi dan akibatnya dia urung direkomendasikan.

La Nyalla mengatakan, semua itu terjadi dimulai saat dia diundang Prabowo menghadiri deklarasi pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu, yang diusung di Pilgub Jabar 2018.

'Saya diundang Pak Prabowo tanggal 9, ada acara deklarasi Pak Sudrajat. Saya dipanggil di dalam ruang kerjanya dan di situ ada Saudara Sugiono, ada Saudara Prasetyo, dan Pak Prabowo sendiri, menanyakan kesiapan saya,' ucap La Nyalla alam konferensi pers di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

Dalam pertemuan itu, saat ditanya soal kesiapan maju ke Pilgub Jatim, La Nyalla menyanggupi. Lalu La Nyalla menyebut pembahasan uang mulai disinggung Prabowo. 'Kemudian Pak Prabowo mengatakan apakah saya siap uang, saya bilang saya siap kalau masalah uang. Dia tanya lagi, 'Bisa kapan uang?' Saya bilang, 'Nanti saja, Pak, setelah rekom selesai, saya ada pengusaha-pengusaha muslim,'' tutur La Nyalla.



Mantan Ketum PSSI itu mengatakan juga sudah menyiapkan uang Rp 5,9 miliar. Namun respons Prabowo saat itu membuatnya kaget. 'Dan saya sampaikan saya sudah kasih keluar uang Rp 5,9 miliar, diterima oleh Saudara Daniel dan sudah disampaikan ke Saudara Fauka. Nah, uang ini sudah keluar dan Pak Prabowo, dia juga kaget, ya saya ditanya, ya saya ngomong apa adanyalah,' jelas La Nyalla tanpa memerinci lebih jauh.

La Nyalla mengaku, dia dimintai uang untuk uang saksi. Uang tersebut, kata dia, akan dipakai untuk membiayai saksi di 68.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah totalnya, menurut La Nyalla, sebesar Rp28 miliar dengan rincian Rp200 ribu untuk satu saksi dan satu TPS ada dua saksi sehingga biaya per TPS adalah Rp400 ribu dikalikan jumlah TPS.

'Tapi, yang diminta itu Rp 48 miliar dan harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017. Nggak sanggup saya,ini namanya saya beli rekom, saya nggak mau,' ujar La Nyalla.

La Nyalla mengaku kecewa disyaratkan duit oleh partainya sendiri. Padahal, dia mengaku telah berkorban banyak untuk partai besutan Prabowo Subianto itu. Masih di forum yang sama, La Nyalla juga mengaku kecewa karena Prabowo meminta uang hingga sebesar Rp200 miliar.

'Prabowo sempat ngomong, siapkan kamu sanggup 200 miliar? 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim,' kata La Nyalla.

Bagi La Nyalla, ucapan Prabowo kala itu hanyalah bercanda saja. Dia kaget ternyata syarat tersebut benar-benar diterapkan. 'Saya pikir main-main, ternyata ditagih betul Rp40 miliar, saya bilang nanti. Saat itu juga saya sampaikan saya mau pasang fotonya Bapak, Gerindra, cuma jangan tulis calon gubernur, tulisnya bakal calon. Saya pasang di Pacitan sampai desa foto Prabowo. Semua sudah tahu Prabowo mendukung La Nyalla,' beber La Nyalla.

Selain itu La Nyalla juga menuding, Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno meminta Rp170 miliar kepada dirinya. Namun, La Nyalla menolak. 'Dia minta uang Rp170 milyar. Langsung saya sampaikan kepada Daniel (pengusaha Tubagus Daniel Hidayat, bendahara La Nyalla saat mencoba mendapatkan rekom) saya lebih baik bangun masjid saya bilang. Biar yang mengganjal ini tanggung jawab,' ujarnya.

Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar