PAN Dekati PDIP, Ngebet Ketua Umumnya Digandeng Jokowi

Rabu, 09 April 2014, 10:30:00 WIB - Politik

Ketua Umum PAN Hatta Rajasa berkampanye di Lapangan Bulakrejo, Warujayeng, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (5/4) (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Hasrat Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk menjodohkan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, dengan calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, sepertinya benar-benar ingin diwujudkan.

Langkah ke arah itu mulai digalang oleh kedua belah pihak. Hatta, Senin malam lalu, telah menjamu Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Hatta yang dikonfirmasi maksud dari pertemuan tersebut mengaku hanya sebuah pertemuan silahturahim. "Sebut saja silaturahim, betul silaturahim biasa para sahabat," kata Hatta.

Hatta yang didesak wartawan soal maksud dari pertemuan itu hanya menjawab diplomatis. "Kita bicara komitmen, hal-hal yang berkaitan dengan bangsa ke depan, kemajuan bangsa yang sudah tercapai, intinya silaturahim," jelas Hatta.

Tak hanya sampai di sini. Pertemuan yang digelar di kediaman Hatta di Fatmawati, Jakarta Selatan, dan dihadiri sejumlah elite PDIP dan PAN itu juga rencananya akan ditindak lanjuti dengan pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Hatta dan Ketua MPP PAN Amien Rais.



Melihat pernyataan petinggi PAN sebelumnya bisa dipastikan pembicaraan tokoh elite politik ini mengarah pada koalisi dua partai dan kemungkinan memasangkan calon presiden Joko Widodo dengan Hatta. Sebab sebelumnya Amien Rais yang merupakan pendiri partai berlambang matahari ini secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memasangkan Jokowi dengan Hatta. "Tidak menutup kemungkinan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menjadi cawapres dari Joko Widodo (Jokowi)," katanya di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Minggu (30/3).

Namun, Amien saat iitu mengatakan hal tersebut belum diputuskan dalam rapat pleno PAN. Menurut dia, keputusan tersebut akan diambil setelah pemilihan legislatif pada 9 April 2014. "Keputusan PAN mesti keputusan pleno, DPP dan MPP. Sampai detik ini belum ada pertemuan dengan pleno. Kami tunggu sampai pileg. Koalisi sekarang kan masih gelap," ujar Amien.

Namun sepertinya tak sampai menunggu pemilihan legilatif usai, dua partai ini telah mulai melakukan pendekatan dan pembicaraan. Namun apa hasil dari pembicaraan Senin malam lalu. Kedua belah pihak belum bersedia untuk mengungkapkannya secara terbuka.

Elektabilitas Jokowi yang sangat tinggi telah membuat sejumlah partai berkeinginan untuk menjalin koalisi. Tak terkecuali partai-partai yang berharap bisa eksis di pemerintahan mendatang. Bahkan sebelumnya Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo mengaku sudah ada 12 partai yang mendekati PDIP untuk berkomunikasi. "Dari 12 partai politik, sudah 10 partai yang ketemu dengan kita," ujar Tjahjo kepada wartawan di Malang, Jawa Timur, Senin (31/3).

Tokoh yang telah melakukan pertemuan dengan PDIP, menurut Tjahjo, antaranya dari Partai Demokrat yang diwakili Syarief Hasan dan Yusril Ihza Mahendra dari PBB. "Kalau ada yang artinya sama-sama membangun bangsa, mendukung Pak Jokowi, ya silakan. Tapi jangan main paksa," katanya.

Selain didatangi parpol, pihaknya melalui Jokowi juga melakukan komunikasi politik dengan para tokoh. Termasuk bertemu dengan tokoh-tokoh ormas Islam. "Pak Jokowi juga banyak bertemu dengan tokoh bangsa," katanya.

Namun saat itu Tjahjo mengaku belum memutuskan untuk berkoalisi dengan partai lain. PDIP akan melakukan penjajakan dulu sembari menunggu hasil pileg 9 April mendatang. "Tentunya dimulai sebelum pileg ini, kita ketemu semua partai ini, penjajakan dulu. Lihat tanggal mainnya nanti. Ada yang ketemu sekali, dua kali. Komunikasi politik wajar sesama parpol," ujarnya. (dtc)

Komentar