Pengurus Golkar Versi "Papa Novanto" Rampung

Senin, 09 Oktober 2017, 10:00:00 WIB - Politik

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. (ANTARA)

DITANGGAPI BIASA - Yorrys sendiri sudah menanggapi soal pemecatannya pasca-Novanto memenangkan praperadilan. Hingga saat ini Novanto belum juga terlihat di publik setelah lama berada di rumah sakit dengan sejumlah kompilasi penyakit. "Pergantian biasa-biasa aja," tukas Yorrys, Minggu (8/10).

Penyingkiran Yorrys dari posisi elite Golkar itu terjadi tak lama setelah Novanto memenangkan praperadilan yang membuatnya bebas dari status tersangka kasus korupsi e-KTP. Beberapa kali Yorrys cukup berbicara keras mengenai Novanto. Termasuk soal rekomendasi rapat pleno Golkar terkait penonaktifan Novanto dari jabatannya sebagai Ketum dengan penunjukan Plt Ketum.

Rekomendasi itu pun kini menguap setelah Novanto menang praperadilan. Yorrys bahkan tak hanya dipecat dari jabatannya. Dia juga dipolisikan oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Yorrys dipolisikan bersama Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia. Keduanya dilaporkan karena dianggap mencemarkan nama baik Ketum Golkar Setya Novanto.

"Persoalan tentang sepertinya Yorrys meragukan kesehatan dengan alat. Seharusnya yang bicara tentang kesehatan itu dokter bukan Yorrys yang menentukan detak jantung itu. Kedua, saya rasa tidak pantas dan bicara di media tentang aturan praperadilan sehingga Yorrys dan Doli dapat informasi Bapak Setya Novanto menang," ujar Ketua Bidang Penggalangan Mahasiswa dan Pelajar AMPG, Guntur Setiawan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (2/10)

Pencopotan Yorrys sempat dianggap tidak sah karena tidak melalui rapat pleno. Namun menurut Sekjen Golkar, Idrus Marham, revitalisasi ini adalah salah satu poin rekomendasi Rapimnas Golkar yang dilakukan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

"Jadi begini, dulu memang Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) yang dilakukan di Kalimantan Timur, salah satu keputusan yang penting adalah memberikan tugas pada ketum untuk melakukan revitalisasi pengurus. Jadi ini Rapim yang memberikan mandat pada ketum. Jadi ini mandat," jelas Idrus di The Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/10).

Sementara itu, mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) menginginkan partai itu segera menyelesaikan masalah internalnya. "Biar Golkar selesaikan, nanti selesai sendiri nanti," kata JK usai kunjungan kerja di Provinsi Lampung, Jumat (6/10). (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar