Pengurus Golkar Versi "Papa Novanto" Rampung

Senin, 09 Oktober 2017, 10:00:00 WIB - Politik

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Lepas dari jeratan status tersangka dalam kasus korupsi E-KTP di KPK, Setya Novanto mulai menunjukkan tajinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Kader-kader yang dinilai tak loyal saat "Sang Papa" terbelit masalah, segera ditendang dari kepengurusan Partai Golkar. Hal itu ditunjukkan Novanto saat meneken surat revitalisasi Partai Golkar.

Surat bernomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017 itu berisi deretan pengurus Golkar pasca revitalisasi. Ada beberapa nama baru, salah satunya Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko yang menggantikan Yorrys Raweyai sebagai Ketua Koordinator Bidang Polhukam.

"Saya sudah konfirmasi langsung kepada Ketua Umum dan memang sudah ditandatangani Surat Keputusan nomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017," kata Sekjen Golkar Idrus Marham kepada wartawan, Minggu (8/10).

SK revitalisasi kepengurusan Golkar itu diteken Ketua Umum Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham pada 2 Oktober 2017 lalu. Pergantian Yorrys Raweyai yang menuai kontroversi pun telah sah dengan ditekennya surat keputusan tersebut.

Idrus sebelumnya menjelaskan revitalisasi ini adalah salah satu poin rekomendasi Rapimnas Golkar yang dilakukan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. "Jadi begini, dulu memang Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) yang dilakukan di Kalimantan Timur, salah satu keputusan yang penting adalah memberikan tugas pada ketum untuk melakukan revitalisasi pengurus. Jadi ini Rapim yang memberikan mandat pada ketum. Jadi ini mandat," jelas Idrus di The Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/10).

Idrus menuturkan, pergantian kepengurusan itu tidak memerlukan rapat pleno. Karena sudah mandat dari Rapimnas. Selain keluarnya Yorrys, susunan pengurus Partai Golkar pasca revitalisasi ini, membuat partai berlambang beringin itu diperkuat oleh tiga orang jenderal.

Hal tersebut dikarenakan saat ini ada 3 purnawirawan pensiunan TNI/Polri yang mengisi posisi di DPP Golkar. Pertama adalah Letjen TNI (Purn) Haji Lodewijk Freidrich yang menjabat Koordinator Bidang Kajian Strategis dan pengembangan SDM sejak pengurus periode Golkar 2016-2019 dibentuk.

Sementara dua jenderal lainnya adalah Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko yang menggantikan Yorrys Raweyai sebagai Koordinator Bidang Polhukan dan Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Posisi ini sebelumnya Aziz Syamsudin.

Dengan revitalisasi ini, Setya Novanto kembali meneguhkan "kekuasannya" di tubuh partai. Sebelumnya, saat dia terjerat kasus dan terbaring sakit, suasana di internal Golkar sempat memanas. Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia cs mendesak agar Novanto turun dari jabatannya sebagai Ketum Golkar. Mereka beralasan elektabilitas partai terus merosot sejak Novanto menjadi tersangka.

Namun langkah para pembangkang "Papa Novanto" akhirnya layu, begitu Novanto memenangkan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Usulan menonaktifkan Novanto tak didengar mayoritas kader Golkar. Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono menyatakan Novanto tetap sebagai ketum dan meminta pihak lain menghormati putusan hukum.

"Dengan telah digugurkannya status tersangka bagi Setya Novanto, posisi beliau sebagai ketum ya harus dikembalikan dan mestinya sekarang tahun politik sudah dekat, sebaiknya jalani saja, kita dukung, bersatu bersama-sama menyukseskan Partai Golkar sehingga elektabilitas meningkat," kata Agung. Hasilnya, Doli dan Yorrys yang selama ini vokal terhadap Novanto pun terdepak dari kepengurusan partai.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar