Peluang Ridwan Kamil ke Pilgub Jabar 2018 Terbuka

Jum'at, 29 Desember 2017, 10:00:00 WIB - Politik

Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) menyambut kedatangan Ulama-ulama Pantura di Pendopo Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/12). Ratusan ulama dari sejumlah pesantren dan Forum Komunitas Dai di wilayah pantai utara Jawa Barat meminta Ridwan Kamil untuk memilih Daniel Muttaqien sebagai bakal calon Wakil Gubernur yang akan mendampinginya pada Pilkada Jawa Barat 2018. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS. COM - Peluang Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk maju ke Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 terbuka. Meski sudah ditinggal Golkar, Ridwan Kamil kini mendapatkan dukungan baru dari Partai Hanura.

Partai pimpinan Oesman Sapta Odang itu sudah menyerahkan surat tugas kepada Ridwan Kamil untuk melakukan komunikasi politik. Surat dukungan itu diberikan di Jakarta. 'Penyerahan surat tugas sudah dilakukan sore tadi sekitar jam 17.00 WIB di Jakarta. Kebetulan tadi tim pilkada pusat mengundang juga kepala daerah se-Indonesia,' kata Sekum DPD Hanura Jabar Dian Rahadian, Kamis (28/12).

Ia menuturkan Hanura tidak memberikan syarat apa pun kepada Ridwan Kamil. Persoalan pendamping, sambung dia, Hanura menyerahkan sepenuhnya kepada Ridwan Kamil. 'Untuk wakil diserahkan ke RK, kami tidak memberikan syarat apa pun,' ungkap dia.

Dia mengaku Hanura belum melakukan komunikasi dengan partai pendukung lain. Pihaknya akan menunggu inisiatif dari Ridwan Kamil untuk mempertemukan seluruh partai koalisi yang sudah terbentuk. 'Kami menunggu undangan RK untuk ketemu partai koalisi lainnya,' kata Dian.



Ridwan Kamil saat ini mengantongi dukungan dari NasDem (5 kursi), PKB (7 kursi), PPP (9 kursi), dan Hanura (3 kursi), sehingga total ada 24 kursi. Dukungan koalisi yang ada saat ini sudah melampaui syarat dukungan minimal 20 kursi di DPRD Jabar.

Peluang Ridwan Kamil akan semakin terbuka jika PDIP yang hingga saat ini belum menentukan nama yang akan diusung pada Pilgub Jabar 2018, ikut mengusungnya. Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga menyebut PDIP akan membuka diri kepada Ridwan Kamil (RK) jika RK membuka komunikasi dengan PDIP.

'Kami membuka diri bila mana RK melakukan komunikasi dengan kita. Karena dengan PPP dan PKB belum ada kepastian masalah wakil. Kalau nanti wakilnya ditunjuk, sudah tidak memenuhi syarat,' kata Eriko, Kamis (28/12).

Selain kemungkinan mendekat ke RK, Eriko juga menyebut dua kemungkinan lain yang akan diambil oleh PDIP di Pilgub Jabar. Ia menuturkan ada kemungkinan partainya mengusung calon sendiri mengingat jumlah kursi PDIP di Jabar sudah mencukupi.

'(Opsi) pertama kita maju sendiri. Artinya kader internal dua-duanya, atau internal-ekternal. Kedua, kita akan berkomunikasi yang partai belum tegas (seperti) PPP, PKB, dan Hanura untuk kita sama-sama berkoalisi dan juga menentukan cagub Jabar,' tuturnya.

PDIP juga berkomunikasi dengan Golkar. Koordinator Pemenangan Pemilu Indonesia I Golkar Nusron Wahid mengatakan tengah intens komunikasi dengan Demokrat dan PDIP terkait Pilgub Jabar. Kedua partai tersebut, sambung dia, paling berpotensi koalisi dengan Golkar.

'Kami sudah intens komunikasi dengan Demokrat dan PDIP di tingkat pusat,' kata Nusron di sela-sela rapat koordinasi dan konsolidasi DPD Golkar Jabar di Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Rabu (27/12).

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar