Menebak Sosok Pasangan Emil di Pilgub Jabar

Minggu, 27 Agustus 2017, 10:00:00 WIB - Politik

Director of British Council Indonesia Paul Smith (kiri), Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) Fiki Satari (kanan), Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (tengah) berfoto bersama usai melakukan penandatanganan Letter of Inten Bandung-Scotlandia, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/8). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Nama Ridwan Kamil hampir dipastikan bakal diusung beberapa partai politik untuk bisa maju sebagai calon gubenur Jawa Barat di ajang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Beberapa partai seperti PKB dan PAN sudah memberikan sinyal kuat untuk mendukung pria yang akrab disapa Emil itu. Sebelumnya Nasdem sudah lebih dulu mengusung Emil sebagai bakal calon gubernur Jabar.

Kemudian ada juga PPP yang memberikan sinyal siap berkoalisi dengan partai pendukung Emil. Jika nantinya Emil benar-benar diusung oleh parta-partai tersebut, menarik untuk melihat siapa calon pasangan Emil. Salah satu nama kuat adalah Walikota Bogor saat ini Bima Arya. Nama Bima sempat disebut Emil sebagai pasangan sehatinya.

Bima sendiri sudah menunjukkan sinyal kesediaannya. Dia mengaku segera memutuskan sikap apakah bersedia atau tidak menerima ajakan Ridwan Kamil bersanding di Pilgub Jabar 2018. Bima yang kini menjabat wali kota Bogor dikeceng Emil, sapaan Ridwan, untuk menempati posisi bakal cawagub Jabar. "Selasa pekan depan akan saya sampaikan," kata Bima, Sabtu (26/8).

Bima mengaku sudah menjalin komunikasi dengan wali kota Bandung tersebut. Jauh hari sebelumnya, Emil menyatakan kesiapan maju sebagai cagub Jabar, serta sudah dideklarasikan Partai NasDem.

Meski sebenarnya Bima sudah memiliki jawaban, kader PAN ini masih merahasiakan. "Saya mau istikharah. Karena pilihan pengabdian bagi saya sesungguhnya ada dua, pilihan tetap di Bogor (wali kota) atau menerima (jadi cawagub) untuk proses koalisi," ucap Bima.

Bima dalam waktu dekat mengabarkan pilihannya soal Pilgub Jabar kepada pengurus pusat PAN. Dia butuh saran dan pertimbangan dari elite partai berlambang matahari ini. "Saya ingin meyakinkan dan mengokohkan jawaban yang saya miliki di lubuk hati paling dalam. Ya lewat proses istikharah. Saya nanti sampaikan kepada pimpinan partai, soalnya kan menunggu (jawaban) saya. Selain itu, saya sampaikan juga kepada Kang Emil," tutur Bima.

Posisi Bima juga menguat setelah Partai Nasdem menyambut baik keinginan PAN menduetkan Ridwan Kamil dengan Bima Arya untuk Pilgub Jabar 2018. Namun, Nasdem meminta PAN tidak mematok syarat atau memaksakan duet Ridwan Kamil-Bima Arya bila jadi gabung dalam koalisi.

Sekadar diketahui, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendorong kadernya Bima Arya untuk maju dalam Pilgub Jabar mendampingi Ridwan Kamil. Pernyataan itu muncul dari ketua umum partai berlambang matahari terbit ini saat menghadiri Rakernas ke-3 PAN, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini Ketua DPW Nasdem Jabar Saan Mustopa menyambut positif. Tapi dia tidak berharap dukungan PAN itu hanya bermaksud menyodorkan kadernya maju mendampingi Ridwan Kamil. "Enggak ada masalah kalau mau gabung, asal bukan itu patokannya (syarat Bima Arya sebagai pendamping Ridwan Kami)," kata Saan saat ditemui di kawasan Jalan Taman Sari, Kota Bandung, Kamis (24/8).

Menurut dia, Nasdem bersama Ridwan Kamil tidak ingin koalisi yang dibangun hanya didasari kepentingan sesaat. Nasdem, sambung Saan, ingin koalisi yang terbangun betul-betul solid dan mendukung kepemimpinan Ridwan Kamil bila terpilih.

Selain itu Pilgub Jabar ini juga harus menjadi momentum pendidikan politik bagi masyarakat. "Kita coba bangun koalisi berdasarkan idealisme dan cita-cita politik demi kepentingan masyarakat, bukan kepentingan sesaat yang sifatnya pragmatis dan transaksional," ujarnya.

Saan melihat keinginan Ridwan Kamil untuk maju bersama Bima Arya hanya satu pilihan, bukan menjadi keharusan. Sebab, menurut dia, dalam menentukan sosok pendamping banyak hal yang harus menjadi pertimbangan.

Selain kecocokan personal, kapabilitas dan elektabilitas, masih ada faktor lainnya seperti partai, masyarakat termasuk representasi geografis Jabar harus menjadi pertimbangan. "Saya yakin Kang Emil tidak mematok. Kang Emil menyatakan, mungkin Bima Arya adalah salah satu dari list (calon pendampingnya kelak di Pilgub Jabar 2018)," ujar Saan.

Meski cukup kuat, Bima belum tentu bakal otomatis bisa diusung menjadi pendamping Emil. Pasalnya salah satu partai pendukung Emil, yaitu PKB, justru menolak Bima Arya jika bersanding dengan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018. PKB menilai dua orang tersebut memiliki latar belakang yang sama.

"Kami menolak kalau Bima Arya yang diusung jadi calon wakil gubernur bersama Ridwan Kamil," kata Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda di Bandung, Sabtu (26/8).

Menurut Huda, kedua orang tersebut memiliki latar belakang yang sama sebagai teknokrat dan lulusan luar negeri. Ridwan Kamil dan Bima Arya, sambung dia, tidak cocok jika disandingkan untuk memimpin Jabar.

Selain itu PAN belum menunjukkan kesungguhanya untuk mendukung Ridwan Kamil. "Enggak akan ada chemistry, secara fatsun politik fungsionaris PAN. Saya juga belum lihat kesungguhan PAN dukung Kang Emil," ujarnya.

Bahkan, Huda melihat PAN cenderung tertarik untuk mendukung Deddy Mizwar yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. "Bahkan lebih condongnya kesungguhan mendukung Deddy Mizwar," ucap Huda.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar