"Perang" KPK Vs Novanto Berlanjut

Minggu, 24 September 2017, 10:00:00 WIB - Politik

Hakim tunggal Cepi Iskandar memimpin sidang lanjutan praperadilan Setya Novanto terhadap KPK terkait status tersangka atas kasus dugaan korupsi KTP elektronik, dengan agenda pembacaan jawaban dari pihak termohon dalam hal ini KPK di Pengadian Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/9). Dalam sidang tersebut KPK menjelaskan bagaimana kronologis peran Setya Novanto jauh sebelum proyek itu dilaksanakan pada tahun 2010, 2011, dan 2012 bahkan pasca ditetapkannya proyek itu sebagai bagian dari proyek multi years. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Bak peperangan, antar Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Ketua DPr Setya Novanto memang seperti saling adu strategi. Untuk sementara, Novanto terlihat unggul setelah manuver sakitnya sementara bisa menunda pemeriksaan dirinya sebagai tersangka dalam kasus E KTP. Novanto juga 'unggul' karena eksepsi yang diajukan KPK dalam sidang praperadilan yang dilayangkan Novanto ditolak hakim.

KPK sendiri tak kalah langkah. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Setya Novanto dilakukan berdasarkan hasil keterangan dari tim dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hingga saat ini hal tersebut masih dipertimbangakan lebih lanjut.

'Kesimpulan sakit atau tidak sakit bisa atau tidak bisa dilakukan riksa, itu bergantung pada keterangan dokter nanti. Itu dokter yang lebih punya kompetensi untuk menentukan itu,' ujarnya di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (23/9).

Pengecekan kondisi Novanto dilakukan bersama dokter dan tim penyidik. Selanjutnya KPK akan mengirimkan surat ke IDI. 'Karena itu kita datang bersama tim penyidik bersama dokter dan membahas lebih lanjut apakah kita akan kirim surat ke IDI atau tidak,' kata Febri. 'Jadi kita masih lakukan proses pengecekan, kemudian kita bahas bersama sedang dipertimbangkan lebih lanjut,' lanjutnya.

Sebelumnya tim penyidik dan dokter KPK kembali mendatangi RS Premier untuk mengetahui kondisi Ketua DPR Setya Novanto. KPK berkoordinasi dengan dokter yang menangani Novanto.

'Tadi dilakukan koordinasi pihak dokter, dan kondisi SN dilihat secara langsung oleh tim KPK. Dari koordinasi yang dilakukan dengan dokter, yaitu dokter spesialis jantung, dijelaskan bahwa kondisi kesehatan SN lebih baik, semakin baik dibanding hari Senin,' kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (20/9).

Febri mengatakan saat tim KPK menuju ruang pasien, Novanto sedang beristirahat. Novanto terlihat menggunakan infus, namun tidak menggunakan oksigen untuk pernapasan.

'Kami melihat pasien sedang dirawat atau sedang tidur. Hari Senin tidak dipasang infus, tadi terlihat dipasang infus. Tapi tidak ada bantuan pernapasan oksigen, jadi pasien sedang tidur,' ujar Febri.

KPK juga menyatakan kondisi kesehatan Setya Novanto yang sakit tidak menghalangi penyidikan. Proses penyidikan Novanto akan terus berjalan. 'Proses penyidikan berjalan terus, kita cukup banyak memeriksa saksi-saksi baru ya sampai dengan hari Jumat (22/9) kemarin sekitar 116 saksi sudah kita priksa dalam kasus ini,' ujar Febri.

Febri mengatakan dalam beberapa waktu ke belakang masuk dalam proses pembuktian atau penguatan bukti transaksi keuangan. Nanti hal tersebut akan dibacakan dalam proses praperadilan.

'Akhir-akhir ini kita mulai masuk pada proses pembuktian atau penguatan bukti transaksi keuangan dan aliran dana yang diduga terkait proyek e-KTP ataupun terkait dengan tersangka,' ucapnya.

Febri menerangkan ada hubungan yang jelas antara Novanto dengan beberapa perusahaan. Sehingga saat ini KPK sedang fokus pada pembuktian keuangan. 'Kalau kita baca misalnya di jawaban KPK di proses praperadilan hubungannya jelas disana tersangka dan perusahan-perusahaan dan juga terdakwa lain sedang di proses hal lain seperti agustinus atau perusahaan lain. Kita fokus pada pembuktian keuangan,' tutupnya.

Setya Novanto sendiri saat ini masih menjalani perawatan di RS Premier Jatinegara. Dia rencananya akan menjalani operasi kedua pada awal pekan depan. 'Memang kan yang seperti sudah diperiksa oleh dokter, kalau memang akan dilakukan tindak operasi kedua. Yang akan dilakukan Senin atau Selasa karena menunggu pengencer darahnya bekerja selama lima hari,' kata istri Novanto, Deisti Novanto di RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (22/9).


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar