Setnov Resmi Ditahan, Golkar Semakin Bergoyang

Senin, 20 November 2017, 10:00:00 WIB - Politik

Warga memakai topeng kertas bergambar wajah Ketua DPR Setya Novanto saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Solo, Jawa Tengah, Minggu (19/11). Aksi tersebut sebagai bentuk doa kesembuhan kepada Setya Novanto yang sedang sakit karena kecelakaan sehingga dapat segera memenuhi pemeriksaan KPK dalam kasus korupsi E KTP. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Seluruh upaya yang dilakukan Ketua DPR untuk lepas dari jeratan hukum dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik alias E KTP sepertinya sudah kandas. Sang Papa yang sempat tergolek lemas di kamar perawatan rumah sakit akibat kecelakaan, setelah menghilang selama beberapa jam pasca dikenakan penahanan oleh KPK, akhirnya secara resmi dinyatakan bisa dipindahkan ke ruang tahanan.

Tim dokter RSCM yang 'disupervisi' tim dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan Setya Novanto tak perlu lagi menjalani rawat inap. Novanto pun dinyatakan sudah bisa menjalani pemeriksaan di depan penyidik. 'Kalau ada pertanyaan apakah yang bersangkutan sudah bisa diperiksa terkait penanganan perkara, itu sudah bisa,' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam jumpa pers di Kantor RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Minggu (19/11) malam.

Direktur RSCM Dr dr CH Soejono, SpPD menyatakan hasil serangkaian pemeriksaan kondisi kesehatan Setya Novanto membaik. Novanto sudah tidak membutuhkan rawat inap.

'Benar adanya bahwa sejak Jumat yang lalu pasien SN itu dikirim dari RS sebelumnya ke RSCM untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan dan kemudian Jumat tersebut, Sabtu sampai Minggu ini serangkaian wawancara medis dan pemeriksaan jasmani dan beberapa pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menyimpulkan bagaimana kondisi kesehatan, dan memberikan penatalaksanaan sesuai yang dibutuhkan. Hingga tim dokter RSCM menyatakan yang bersangkutan tidak ada indikasi lagi dirawat inap,' kata Soejono saat konferensi pers di RSCM Kencana, Jakarta, Minggu (19/11).



Pasca pemeriksaan kesehatan ini, Novanto dibawa ke rutan KPK. Setya Novanto akan ditahan di rutan KPK. Dengan menggunakan kursi roda dan dalam pengawalan ketat aparat keamanan, sekitar pukul 23.26 WIB, dibawa Setya Novanto keluar dari RSCM Kencana, Jakarta Pusat.

Ditahannya Setnov oleh KPK ini pun diperkirakan akan membuat kursi Ketua Umum Partai Golkar yang diduduki Setnov semakin bergoyang. Wacana musyawarah nasional luar biasa memang sudah bergaung, pasca Setnov ditetapkan sebagai tersangka untuk kedua kalinya dan diikuti oleh keluarnya perintah penahanan. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga politisi senior Golkar pun sudah memberi sinyal agar Setnov didepak dari kursinya demi menyelamatkan partai.

Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono juga angkat bicara soal musyawarah nasional luar biasa. Agung menyebut Munaslub Golkar belum bisa dipastikan waktunya, namun dia berharap agenda ini dapat terselenggara akhir tahun 2017.

'Belum diputuskan (kapan Munaslub), rencananya minggu depan ini diputuskan. Saya berharap Munaslub dapat dilaksanakan akhir tahun ini juga,' ujar Agung kepada wartawan usai memberangkatkan gerak jalan santai dan melantik pengurus Kosgoro Bojonegoro, di Alun-alun Bojonegoro, Minggu (19/11).

Agung mengatakan, Munaslub Partai Golkar harus digelar tahun ini karena tahun depan merupakan tahun politik. Agung menyebut agenda Pilkada 2018 sudah sangat dekat pelaksanaannya. Ditambahkan Agung, Munaslub yang digelar nanti diharapkan dapat memecahkan atau mengakhiri seluruh masalah Partai Golkar, salah satunya terkait kepemimpinan.

'Mengakhiri problem-problem. Ini momen baik. Golkar tampil dipimpin oleh orang yang bersih dan tak punya masalah berdasarkan PDLT, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela,' sebut Agung.

Munaslub nanti, kata Agung, tidak hanya membahas ketua pada tingkat pimpinan pusat tetapi hingga struktur di bawah. Agung berharap nantinya anak muda yang memimpin Partai Golkar.

'Kalau bisa (dipimpin) yang lebih muda agar lebih baik, agar Golkar tampil percaya diri dan tetap menjadi harapan masyarakat. Partai Golkar ini partai terbuka, demokratis, dan tidak ada kultus individu. Semuanya berdasarkan sistem,' tandas Agung.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar