Banyak dari janji-janji pasangan ini, seperti rumah DP 0%, OKE OCE, hingga menolak meneruskan proyek reklamasi pantai utara Jakarta, ditunggu warga.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Senin (16/10) akan menjadi hari yang bersejarah bagi warga DKI Jakarta. Pasalnya pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih dalam Pemilihan Gubernur tahun 2017, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan dilantik dan resmi akan memimpin Jakarta hingga lima tahun kedepan.

Banyak dari janji-janji pasangan ini, seperti rumah DP 0%, OKE OCE, hingga menolak meneruskan proyek reklamasi pantai utara Jakarta, ditunggu warga. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) misalnya, akan menggelar aksi pada saat pelantikan Anies-Sandi.

"Masyarakat Indonesia, terkhusus rakyat Jakarta, bersama-sama bermaksud mengingatkan Gubernur kita yang baru untuk segera memenuhi janji menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta," kata Ketua DPP KNTI Marthin Hadiwinata, kepada gresnews.com.

Dia menegaskan, Gubernur Jakarta terpilih harus selamatkan Teluk Jakarta dengan menghentikan proyek reklamasi. "Dengan cara itu sumber pangan perikanan dari teluk Jakarta akan pulih dan terjaga yang kemudian memastikan hak pangan perikanan akan terlindungi. Utamanya kemudian akan menyejahterakan nelayan dan perempuan nelayan sepanjang pesisir Teluk Jakarta," tegasnya.

Sementara itu, seorang supir bajaj bernama Mursidi Rohman, berharap, Sandiaga Uno memenuhi janjinya menggaji sopir bajaj di DKI dengan upah minimum pokok (UMP). "Kita kan ngejar kebutuhan rumah tangga, kalau digaji mau aja, yang penting cukup aja," ujar seorang sopir bajaj, Mursidi Rohman.

Mursidi mengaku kadang pendapatan hariannya kurang mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga. Dia berharap janji Anies-Sandi yang akan menggaji sopir bajaj dapat memenuhi kebutuhan hidup sopir bajaj. "Kita kan ngejar kebutuhan rumah tangga ya. Kalau digaji sih mau-mau aja, yang penting cukup aja," katanya.

Mursidi berharap jika nanti digaji oleh Pemerintah DKI Jakarta, ia ingin gajinya bisa lebih besar dari penghasilannya sekarang. Ia mengaku penghasilannya sehari-hari berkisar Rp 100.000 sampai Rp 150.000 per hari.

"Kadang hitungan kita narik setengah hari aja udah dapet Rp 150.000 Jadi kan dapet Rp 150.000 itu setengah hari berarti kan tenaga agak hemat. Ketimbang narik dari pagi sampai malam penghasilan sama," jelas Mursidi.

Sandiaga Salahudin Uno saat kampanye memang pernah berjanji akan memberi gaji kepada sopir bajaj dengan gaji sesuai standar upah minimum pokok (UMP) Ibu Kota. Bajaj akan diintegrasikan dengan beberapa moda transportasi massal yang ada di Ibu Kota.

"Ini bentuknya dalam OK Otrip. Ini kita akan satukan semua moda transportasi, mungkin itu (bajaj) bisa digunakan sebagai pengumpan," ujar Sandiaga di Jalan Bangka IX RT 08 RW 10 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin 20 Maret 2017 lalu.

Sandiaga menyebut ada kemungkinan transportasi yang berbasis lingkungan dan pariwisata akan diadakan. Hal ini pernah dilihatnya di negara maju. "Karena saya pernah di New York di situ para sopir itu bisa mendapatkan pendapatan yang tetap, dan ditambah itu malah ada tipsnya, ada tambahan tips buat mereka. Jadi mereka nggak khawatir dilabrak oleh persaingan ojek online. Jadi kita akan lihat suatu sistem transportasi yang nanti akan terintegrasi," kata Sandiaga.

Sementara itu, salah satu partai pendukung Anies-Sandi, Gerindra meminta pasangan ini dapat memenuhi janji semasa kampanye. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria juga berharap, Anies-Sandi dapat melanjutkan dan memperbaiki program yang sudah ada, termasuk program-program andalan di era Joko Widodo, Basuki T Purnama (Ahok), dan Djarot Saiful Hidayat saat menjadi gubernur DKI. "Dan kita berharap bahwa selama kepemimpinan sebelumnya, janji-janji kampanye Pak Jokowi, Ahok dan Djarot dulu bisa terpenuhi," ujar Riza.

"Dan tentu juga kita berharap pemimpin yang baru Anies-Sandi bisa melanjutkan program- program yang baik dan memperbaiki program-program yang kurang baik," sambung Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Selain itu Riza berharap Anies-Sandi bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Dan memenuhi program-program yang janjikan dengan baik. "Dan bisa menjadi pemimpin 5 tahun ke depan yang bertanggung jawab dan amanah, dan bisa menjadikan Jakarta yang maju, warganya bahagia. Dan program-programnya bisa dipenuhi secara baik, itu harapan kita," kata Riza.

"Jadi kita bukan jadi partai yang menyalah-nyalahkan orang lain. Tapi kita lebih baik sama-sama, memperbaiki dan meningkatkan program visi-misi ke depan," imbuh dia.

AKAN PENUHI JANJI - Ada yang menari menjelang pelantikan Anies-Sandi yaitu adanya sekelompok massa yang melakukan aksi demonstrasi di depan Hotel Alexis. Massa yang tergabung dalam Gerakan Relawan Jakarta Utara melakukan unjuk rasa menolak Hotel Alexis. Massa akhirnya terlibat cekcok mulut dengan warga yang mengaku tinggal di sekitar Hotel Alexis.

Mereka membawa spanduk besar bertuliskan penolakan terhadap Hotel Alexis. Di antaranya bertuliskan ´Jakarta Tutup Alexis.´ Selain itu ada juga papan bertuliskan ´Tutup Alexis Sarang Prostitusi.´

Massa datang dengan menaiki 3 mobil. Salah seorang orator berpakaian biru dan peci merah meneriakkan orasinya. "Tutup Alexis, kita berharap ini adalah kado untuk gubernur baru kita. Untuk menjegal Hotel Alexis ayo kawan-kawan, kepalkan tangan kiri kalian, kami rakyat Jakarta bersumpah tidak ikhlas ada prostitusi di Jakarta," teriak seorang orator bernama Mahdi Kholid.

Terkait hal ini, Anies Baswedan mengatakan akan memenuhi janji menutup Hotel Alexis yang diungkapkannya saat kampanye. "Semua rencana InsyaAllah akan kami jalankan, semua yang jadi janji akan kami tunaikan. Semuanya, enggak cuma satu atau dua," ucap Anies kepada wartawan di Hotel Grand Cempaka, Jalan Cempaka Putih, Minggu (15/10).

Namun, Anies mengatakan dirinya akan meminta apa yang dilakukan mendapat dukungan. Terutama oleh partai pendukungnya PKS dan Gerindra. "Kami butuh doa dan dukungan," ucap Anies.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berharap pasangan Anies-Sandi dapat merangkul seluruh elemen di Jakarta. "Selamat untuk Anies dan Sandi. Pimpinlah Jakarta dengan merangkul semua baik yang mendukung maupun yang tidak. Buktikan ini adalah kemenangan seluruh warga Jakarta," kata Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, PAN akan turut mengawal kerja Anies-Sandi dalam memimpin Jakarta. Dirinya meminta agar pasangan tersebut dapat fokus kerja untuk membangun ibu kota. "Saya yakin untuk kebaikan Jakarta semua bisa diajak bekerja sama. Jadi fokus saja kerja nyata dan tidak perlu sampai membuat kegaduhan yang mengganggu. Kami mendukung sepenuhnya jika Anies Sandi benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Tapi sebagai kawan yang baik PAN juga tak segan mengingatkan jika ada yang dianggap salah dan keliru," kata Zulkifli.

Sementara itu, mantan Juru Bicara Tim Pemenangan Anies-Sandi memberikan komentar terkait penunjukkan Pelaksana Harian Gubernur Saefullah. Menurutnya, karena sementara maka diharapkan tidak memutuskan hal strategis terkait DKI Jakarta.

Mengisi kekosongan Gubernur sehari sebelum pelantikan Gubernur terpilih Anies-Sandi pada 15 Oktober 2017 nanti, Kementerian Dalam Negeri  telah menunjuk Sekretaris Daerah Saefullah sebagai Pelaksana Harian (PLH) Gubernur DKI Jakarta.

"Penunjukkan PLH ini hanya berlangsung sehari, yaitu mulai masuk tanggal 15 Oktober hingga tanggal 16 Oktober 2017 pukul 16.00 WIB. Sebab ada kekosongan setelah masa bakti Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat berakhir," tutur Anggawira.

Menurut Anggawira, Pelaksana Harian Gubernur bersifat mengisi kekosongan saja selama satu hari sehingga dihimbau untuk tidak mengambil keputusan-keputusan strategis yang ada di DKI Jakarta.

"Saefullah ini hanya sementara, satu hari saja jadi diharapkan untuk tidak mengambil keputusan-keputusan strategis terkait beberapa hal di DKI Jakarta, kami mendapat informasi secara internal ada desakan mengenai Reklamasi, kami akan memantau dan kami harap pak Saefullah jangan gegabah, seluruh masyarakat Indonesia memantau proses ini, kita ketuk hati nurani Pak Saefullah untuk berpihak ke rakyat,"  imbuh Anggawira.

Anggawira juga mengatakan, tidak ada proses resmi yang menunjuk Sekda Saefullah untuk jadi Pelaksana Harian Gubernur sebab masa tugasnya yang langsung berakhir esoknya saat pelantikan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. "Esoknya akan ada serah terima jabatan  di hadapan Menteri Dalam Negeri. Serah terima antara Gubernur DKI terdahulu kepada Anies Sandi di Balai Agung," simpul Anggawira. (dtc)