Papa Setnov Minta Golkar Solid

Kamis, 12 Oktober 2017, 10:00:00 WIB - Politik

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (tengah) didampingi Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham (kanan) dan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) melambaikan tangan saat akan memimpin Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/10). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Usai melakukan perombakan pengurus, pimpinan DPP Partai Golkar segera menggelar rapat pleno yang dipimpin langsung sang Ketua Umum Setya Novanto. Rapat pleno dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB. Sebelum memulai rapat, Setya Novanto mengatakan dirinya sehat dan siap memimpin rapat pleno.

"Ya, ini pertama kali saya harus memimpin rapat mudah-mudahan semua berjalan lancar. Alhamdulillah semuanya," ucap Novanto sebelum rapat.

Namun Papa Setnov, mendadak menghilang, usai rapat pleno. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham hanya menyampaikan hasil rapat pleno yang intinya, Papa Setnov meminta pengurus Golkar kompak.

"Berhubung satu dan di lain hal, ketua umum harus meninggalkan tempat karena ada kegiatan yang sudah terlambat di tempat lain," ucap Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Rabu (11/10).

Akhirnya, Idrus lah yang menjelaskan hasil rapat terutama tentang revitalisasi. Idrus berharap setelah ini, Golkar akan solid dalam menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Harapan ketua umum dengan revitalisasi ada jaminan solidaritas, dan ada jaminan kinerja Partai Golkar dan target 120 kursi legislatif bisa dapat tercapai," ucap Idrus.

"Rapat menyadari betul bahwa masa kepengurusan Bung Setya Novanto sangat singkat tinggal satu setengah tahun. Ini perlu solidaritas dan kebersamaan dalam menjamin akselerasi kinerja DPP untuk capai target politik. Baik pilkada maupun pemilu serentak 2019," ucap Idrus.

Idrus meminta setiap kader tetap solid. Tidak boleh ada perpecahan untuk kemajuan Partai Golkar. "Bahwa kekuatan Golkar adalah sistem. Bagian sistem ini berjalan apabila taat atas, solid, ada kebersamaan dan gotong royong," kata Idrus.

Perombakan yang dilakukan Golkar membuat Yorrys Raweyai selaku Korbid Polhukam terdepak dan digantikan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko. Golkar juga menambah kader untuk menjadi pengurus.

"Ada pergeseran dan penambahan. Dari 279 pengurus, setelah direvitalisasi, ada beberapa orang diganti dan digeser. Dan ada tambahan kader Partai Golkar yang jadi pengurus. Dari 279 jadi 301 orang," kata Idrus.

Idrus pun menambahkan Golkar membentuk litbang untuk keperluan organisasi. Litbang Partai Golkar baru memiliki ketua, yaitu Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar. "Dan Ketua Umum sampaikan, pembentukan Badan Litbang dan menugaskan Komjen Pol Anang Iskandar. Dia diberi tugas untuk mengambil langkah pembentukan Badan Litbang," ucap Idrus.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar