Namun Papa Setnov, mendadak menghilang, usai rapat pleno. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham hanya menyampaikan hasil rapat pleno yang intinya, Papa Setnov meminta pengurus Golkar kompak.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Usai melakukan perombakan pengurus, pimpinan DPP Partai Golkar segera menggelar rapat pleno yang dipimpin langsung sang Ketua Umum Setya Novanto. Rapat pleno dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB. Sebelum memulai rapat, Setya Novanto mengatakan dirinya sehat dan siap memimpin rapat pleno.

"Ya, ini pertama kali saya harus memimpin rapat mudah-mudahan semua berjalan lancar. Alhamdulillah semuanya," ucap Novanto sebelum rapat.

Namun Papa Setnov, mendadak menghilang, usai rapat pleno. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham hanya menyampaikan hasil rapat pleno yang intinya, Papa Setnov meminta pengurus Golkar kompak.

"Berhubung satu dan di lain hal, ketua umum harus meninggalkan tempat karena ada kegiatan yang sudah terlambat di tempat lain," ucap Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Rabu (11/10).

Akhirnya, Idrus lah yang menjelaskan hasil rapat terutama tentang revitalisasi. Idrus berharap setelah ini, Golkar akan solid dalam menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Harapan ketua umum dengan revitalisasi ada jaminan solidaritas, dan ada jaminan kinerja Partai Golkar dan target 120 kursi legislatif bisa dapat tercapai," ucap Idrus.

"Rapat menyadari betul bahwa masa kepengurusan Bung Setya Novanto sangat singkat tinggal satu setengah tahun. Ini perlu solidaritas dan kebersamaan dalam menjamin akselerasi kinerja DPP untuk capai target politik. Baik pilkada maupun pemilu serentak 2019," ucap Idrus.

Idrus meminta setiap kader tetap solid. Tidak boleh ada perpecahan untuk kemajuan Partai Golkar. "Bahwa kekuatan Golkar adalah sistem. Bagian sistem ini berjalan apabila taat atas, solid, ada kebersamaan dan gotong royong," kata Idrus.

Perombakan yang dilakukan Golkar membuat Yorrys Raweyai selaku Korbid Polhukam terdepak dan digantikan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko. Golkar juga menambah kader untuk menjadi pengurus.

"Ada pergeseran dan penambahan. Dari 279 pengurus, setelah direvitalisasi, ada beberapa orang diganti dan digeser. Dan ada tambahan kader Partai Golkar yang jadi pengurus. Dari 279 jadi 301 orang," kata Idrus.

Idrus pun menambahkan Golkar membentuk litbang untuk keperluan organisasi. Litbang Partai Golkar baru memiliki ketua, yaitu Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar. "Dan Ketua Umum sampaikan, pembentukan Badan Litbang dan menugaskan Komjen Pol Anang Iskandar. Dia diberi tugas untuk mengambil langkah pembentukan Badan Litbang," ucap Idrus.

TETAP DIPERTANYAKAN - Meski para pegurus diminta untuk kompak, namun suara-suara yang mempertanyakan pencopotan Yorrys tetap muncul. Korbid Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid menyayangkan pergantian Korbid Polhukam Yorrys Raweyai dengan Letjen (Purn) Eko Wiratmoko.

Nusron beralasan, Yorrys memiliki pendukung di Golkar sehingga akan akan mengganggu suara Golkar di pemilu. "Situasi sekarang ini kita nggak boleh memecat orang, nambah orang boleh, karena kita butuh pendukung. Sejelek-jeleknya orang itu punya pendukung, mau sepuluh ribu, seribu, dua ribu, tiga ribu, sementara kita butuh pengikut," ucap Nusron kepada wartawan selepas rapat pleno di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Palmerah Jakarta Barat, Rabu (11/10).

Nusron mengaku menyampaikan keberatan itu dalam rapat Pleno Golkar. "Saya nggak setuju kalau kamu tanya," kata Nusron. Namun, Nusron tidak bisa merubah pergantian itu. Dia menerima putusan itu, meski menyayangkan.

"Saya sampaikan apa adanya, kenapa, namanya restrukturisasi, revitalisasi itu dalam rangka proses menambah kekuatan demi pemenangan pemilu mendatang. Tapi sudah diputuskan seperti itu. Kita lihat nanti seperti apa," kata Nusron.

Sementara itu, Letjen (Purn) Eko Wiratmoko mengaku menjadi Korbid Polhukam Golkar menggantikan Yorrys Raweyai tanpa dihubungi sebelumnya. Eko pun sudah bersalaman dengan Yorrys.

Dia pun mengatakan tidak dihubungi oleh pengurus DPP Partai Golkar mengenai masalah itu. Eko juga mengetahui surat keputusan (SK) pengangkatan dirinya setelah membaca koran. "Enggak-enggak (dihubungi). (Lihat) Pas sudah SK-nya turun pas di koran liatnya," ujar Eko.

Dia berkomunikasi dengan Letjen TNI (Purn) Haji Lodewijk Freidrich, yang menjabat Koordinator Bidang Kajian Strategis dan Pengembangan SDM untuk menghadiri Pleno. Selain itu, Eko pun mengaku sudah berkomunikasi dengan Yorrys. "Ya salaman, orang sudah kenal lama dengan Pak Yorrys," kata Eko.

Menempati posisi barunya, Eko mengatakan dia siap dan akan melakukan tugas sebagai Korbid Polhukam. "Tadi kan sudah dijelaskan oleh Ketua Umum bahwa saya untuk Korbid Polhukam ini harus menyeleksi calon-calon legislatif," kata Eko.

Eko yang bukan kader Golkar langsung menerima tawaran ini karena Golkar dibentuk untuk menjaga NKRI. Dia sebagai purnawirawan merasa terpanggil. "Golkar ini sejarahnya kan dulu dibentuk untuk melawan PKI. Ya kan, masa saya nggak mau menegakkan NKRI," kata Eko. (dtc)