Kontrak Migas Gross Split Dinilai Dongkrak Pendapatan Hulu Migas

Senin, 08 Januari 2018, 09:56:06 WIB - Peristiwa

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (ketiga kanan) saat meninjau North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12). Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pendapatan hulu migas nasional dinilai mulai membaik. Hingga akhir tahun 2017 disebutkan, penerimaan migas bagian Pemerintah tercatat mencapai US$ 13,1 miliar atau mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agung Pribadi, peningkatan pendapatan hulu migas pada 2017 ini mengindikasikan 4 fakta penting, yakni. Pertama, penerimaan migas bagian Pemerintah sebesar US$ 13,1 miliar tahun 2017, lebih besar dari cost recovery pada tahun yang sama sebesar US$ 11,3 miliar. 'Ini pertama kali terjadi sejak 3 tahun terakhir. Tahun 2015 dan 2016, penerimaan Pemerintah selalu lebih kecil dari cost recovery,' tutur Agung, seperti dikutip esdm.go.id.

Kedua, penerimaan migas Pemerintah tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya membukukan nilai sebesar US$ 9,9 miliar. 'Artinya, naik US$ 3,2 miliar dibanding tahun 2016,' ujar Agung.

Cost recovery migas yang merupakan faktor yang mempengaruhi penerimaan migas Pemerintah, menurut Agung, juga lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.



'Cost recovery tahun 2017 sebesar US$ 11,3 miliar, lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar US$ 11,5 miliar. Saya kira ini adalah buah dari efisiensi yang terus didorong oleh Menteri ESDM dan Wamen ESDM selama lebih dari setahun terakhir ini,' tambah Agung.

Penerimaan migas jika dilihat dari unsur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), besarannya juga bisa dibilang melebihi target dalam APBN-P 2017.

'PNBP migas tahun 2017 lebih besar dari target APBN-P 2017. PNBP migas tercatat sebesar Rp. 85,6 triliun atau 112% dari target APBN-P 2017 sebesar Rp. 76,7 triliun,' tegas Agung.

Agung mengatakan bahwa lelang blok migas dengan skema gross split tahun 2017 juga ditutup dengan menggembirakan. '5 blok migas diminati oleh 7 kontraktor. Dari 5 blok tersebut, ada satu blok migas yang diminati oleh 3 kontraktor, yaitu Andaman II. Upaya Pemerintah mendorong efisiensi melalui kontrak migas gross split mulai membuahkan hasil,' tegas Agung. (rm)

Komentar