Koalisi Golkar-PDIP di Jabar Masih Mungkin

Sabtu, 05 Agustus 2017, 09:00:00 WIB - Peristiwa

Dua bakal calon Gubernur Jawa Barat yakni Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kanan) dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (tengah) menghadiri acara Musyawarah Wilayah ke-4 PKB Jawa Barat, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/8). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Koalisi antara Partai Golkar dan PDIP di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018 masih mungkin terjadi meski saat ini, Golkar telah resmi mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai Cagub Jabar 2018. Sekretaris PDI Perjuangan Jabar Abdy Yuhana mengatakan, soal koalisi dengan Golkar hal itu masih mungkin terjadi.

Terlebih komunikasi antar partai kini masih sangat cair dan terbuka. "Ya itu masih membuka kemungkinan. Sekarang kan masih cair politiknya, masih terbuka (koalisi dengan Golkar)," kata Abdy usai menghadiri acara internal PDI Perjuangan di Hotel Apita, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/8) malam.

Abdy mengatakan, sepanjang koalisi itu bisa memenangkan calon dan itu sudah menjadi keputusan dari pusat maka di tingkat daerah akan mengikutinya. "Kalau itu keputusan DPP kita harus ikut," katanya.

Di tempat yang sama Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar TB Hasanudin mengungkapkan, soal koalisi daerah tidak harus mengikuti koalisi nasional. Sehingga sejak jauh hari pihaknya sudah melakukan pemetaan dengan menggelar sejumlah agenda di tingkat provinsi hingga daerah.

Menurutnya tahun depan akan menjadi tahun yang berat. Pasalnya ada 16 Pilkada kota dan kabupaten di Jabar ditambah Pilgub Jabar yang harus dimenangkan. Tidak hanya itu persiapan untuk Pileg dan Pilpres 2019 juga sudah mulai dipetakan. "Dapat dibayangkan nanti Pilpres kita misal koalisi dengan partai X, sementara di bawah akan koalisi dengan partai kompetitor. Itu akan repot," ucapnya.

Meski demikian TB tidak bisa memastikan jika nantinya koalisi nasional yang telah terbangun antara PDI Perjuangan dan Golkar untuk mengusung Joko Widodo sebagai presiden pertahana akan menular ke koalisi provinsi dan daerah. "Bisa saja berbeda koalisi dengan siapa. Pilgub dengan partai lain. Mungkin bisa berbeda," tutup pria yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI itu.

Soal siapa calon yang bakal diusung PDIP, sempat beredar nama mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan. Nama Iriawan masuk dalam bursa bakal calon yang digelar Indo Riset Konsultan berkaitan pesta demokrasi lima tahunan di Jabar.

Abdy Yuhana sendiri sempat menyambut baik masuknya nama Iriawan. "Kita menyambut dan mengapreasi siapapun tokoh Jabar yang mempunyai niat mengabdi untuk Jabar. Ini baik bagi dinamika politik demokrasi di Jabar," kata Abdy.

Menurut Abdy sosok Iriawan tak asing bagi masyarakat Jabar. Iriawan pernah menjabat Kapolda Jabar. "Beliau pasti memahami wilayah Jabar. Sebab salah satu keharusan bagi calon pimpinan Jabar itu ya harus tahu dan mengenal Jabar. Beliau juga punya jaringan. Ya jadi wajar kalau beliau siap mencalonkan," tutur Abdy.

PDIP, sambung dia, membuka pintu bagi jenderal bintang dua tersebut mengikuti mekanisme penjaringan internal partai. Namun, menurut Abdy, cara tersebut dapat dilakoni Iriawan di DPP PDIP.

Mengingat saat ini, sambung Abdy, proses pendaftaran dan penjaringan bakal calon di DPD PDIP Jabar sudah ditutup pada Juli lalu. "Di DPP PDIP masih terbuka untuk pendaftaran. Kalau kemudian DPP menjaring Pa Iriawan, ya sah-sah saja. DPP punya hak menjaring," ujar Abdy. (dtc/mag)

Komentar