PKS: Gatot Nurmantyo Capres Potensial di 2019

Sabtu, 30 September 2017, 09:00:00 WIB - Peristiwa

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) mengemudi mobil golf yang juga ditumpangi oleh Juru Bicara Istana Kepresidenan Johan Budi (kiri) di kompleks istana kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/9). Baru-baru ini Gatot Nurmantyo disorot terkait pernyataanya mengenai isu sebuah lembaga negara yang mencatut nama presiden untuk pembelian 5000 pucuk senjata. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Partai Keadilan Sejahtera menegaskan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpotensi untuk didukung dalam Pilpres 2019 mendatang. Hal itu disampailam Presiden PKS Sohibul Iman, setelah melihat sepak terjang sang jenderal belakangan ini.

"Pak Gatot bagi PKS salah satu calon (capres) potensial. Bahkan ada daerah yang sudah meminta," kata Sohibul Iman di Yogyakarta, Jumat (29/9). Ia mengatakan, wilayah yang sudah meminta untuk mendukung Gatot adalah dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sohibul mengatakan, sepak terjang Gatot diamati dan menjadi perhatian partai politik. Sohibul Iman, mengatakan meski Jenderal Gatot telah memberikan penilaian dan pujian kepada PKS sebagai partai yang konsisten menjaga kesatuan bangsa dan negara, namun partainya menilai Gatot bukan atas dasar pujian itu.

Secara umum, lanjut Sohibul Iman, PKS belum memikirkan untuk persiapan khusus Pilpres 2019. Namun demikian, tahun 2018 mendatang harus disebut sebagai baginya adalah bagian dari proses menghadapi 2019.

Yang paling krusial pada tahun-tahun tersebut, kata dia, tentunya adalah masalah calon. Bahkan pada bulan Agustus 2018 parpol harus sudah mempunyai capres yang akan didukung.

Berbeda dengan PKS, PDIP justru menyindir Gatot Nurmantyo bermain politik menyusul isu 5.000 senjata dan pemutaran film G30S/PKI. Gatot disebut bermain politik setelah instruksi yang dikeluarkannya soal nobar film G30S/PKI. Setelah itu, ucapannya mengenai ada institusi di luar TNI yang memesan 5.000 senjata juga dianggap politis.

Menyusul 'manuver' Gatot, Kodam VI/Mulawarman kemudian memposting artikel yang berbau politik dengan menyerang Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan. Kejadian itu dinilai dari sikap Gatot yang belakangan menimbulkan pro dan kontra.

"Ibaratnya ikan busuk dari kepala, demikian juga soal TNI yang dipicu oleh Panglima yang offside urus politik (yang bukan tupoksinya), maka pasukan ke bawah juga terseret urus politik," ujar politikus PDIP Eva Kusuma Sundari, Jumat (29/9).

"Saya juga dapat laporan dari bawah, para Babinsa di Jatim hobi blasting isu-isu politik yang tone-nya kayak atasan," kata Eva.

Gatot sendiri tak mau ambil pusing soal tudingan-tudingan yang dilemparkan kepadanya itu. "Saya tidak mengurusi bidang politik kok. Kita mengurusi bidang keamanan yang berkaitan dengan kedaulatan," ujar Gatot Nurmantyo saat menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya (11 jenis Wayang) Parikesit Jumeneng Noto di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (29/9).

Gatot mengatakan, tidak ada masalah mengenai hal itu. Setiap orang mempunyai hak untuk mengartikannya seperti apa dan harus dihargai. "Orang punya pemikiran, orang punya pendapat ya kita hargai," ucap Gatot. (dtc/mag)

Komentar