Telkom Pulilhkan Seluruh Sites Layanan Pelanggan

Senin, 11 September 2017, 09:00:00 WIB - Peristiwa

Menkominfo Rudiantara (kanan), Dirut Telkom Alex J.Sinaga (kedua kanan), Direktur Wholesale & International Service Abdus Somad Arief (kedua kiri) dan Direktur Network & IT Solution Zulhelfi Abidin (kiri) memberi keterangan pers tentang perkembangan service recovery Satelit Telkom 1 di ruang Crisis Center Telkom Group, Graha Merah Putih, Jakarta, Selasa (5/9). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Telkom akhirnya menuntaskan pemulihan sites layanan pelanggan, khususnya ribuan ATM yang sempat offline akibat anomali yang terjadi pada satelit Telkom 1. Pemullihan sejumlah 15.019 sites layanan pelanggan dilakukan tepat sebelum 10 September 2017 berganti hari. Pemulihan ini berjalan sesuai yang ditargetkan sejak awal kejadian.

Dari total sites pelanggan yang dimaksud, 11.574 sites di antaranya berupa layanan ATM dan 3.445 lainnya merupakan layanan non-ATM. Layanan ATM yang dimaksud merupakan milik bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

"Kami all out untuk recovery, karena repointing ini tidak mudah. Tidak cuma pelaksanaannya yang susah, tapi lebih susah menjangkau posisinya," kata Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga di Graha Merah Putih, Jakarta, Minggu (11/9).

Lebih lanjut Alex mengatakan, kendala terberat yang dihadapi oleh teknisinya di lapangan dalam rangka repointing bukan masalah menggeser arah VSAT sesuai transponder yang digunakan tetapi lebih ke faktor non-teknis seperti kondisi cuaca dan wilayah yang sulit dijangkau.

"Di kawasan timur Indonesia dan daerah perbatasan, misalnya. Lebih lama menuju lokasinya ketimbang melakukan repointing antena sites pelanggan. Repointing paling cuma menghabiskan waktu 2-3 jam saja. Namun untuk menuju ke lokasi, bisa membutuhkan waktu 2-3 hari," paparnya.

Alex pun bercerita tentang pulau-pulau yang sulit dijangkau oleh para teknisinya. Di Kepulauan Masalembu misalnya, Telkom yang menyewa kapal laut milik TNI harus bolak-balik ke sana karena cuaca yang tak mendukung.

"Di sana tak sampai black out karena layanan Telkomsel masih ada menggunakan satelit Telkom 3S. Begitu juga di Papua, tepatnya di Pulau Pani dan Beras, baru malam ini akan diselesaikan karena faktor cuaca," masih kata Alex.

Sejatinya, tidak semuanya merupakan pelanggan langsung Telkom. Sebagian merupakan pelanggan layanan yang disediakan oleh VSAT provider yang menjadi pelanggan transponder satelit Telkom 1. Tepatnya, delapan dari 63 pelanggan Telkom 1 merupakan VSAT provider.

Namun karena dampaknya luas dan langsung kena ke pelanggan, khususnya perbankan, apalagi semuanya sangat bergantung satelit Telkom 1, mau tak mau Telkom pun merasa harus ikut bertanggung jawab penuh.

Mulai dari membangun Crisis Center, hingga menurunkan 2.105 personil andalannya untuk terjun langsung ke lapangan. Semua dilakukan Telkom agar proses pemulihan bisa tepat waktu.

Pindah Satelit

Repointing antena merupakan solusi yang ditempuh Telkom untuk melakukan pengaturan ulang antena VSAT milik pelanggan. Dari yang tadinya menghadap ke satelit Telkom 1, kemudian dialihkan ke satelit Telkom 2 dan satelit Telkom 3S.

Selebihnya, repointing juga dilakukan ke satelit milik asing seperti Apstar dan ChinaSAT untuk kawasan tertentu. Alokasinya, satelit Telkom 2 dan Telkom 3S itu 70%, sedangkan 30% sisanya ke dua satelit asing tersebut.

Namun, repointing bukanlah solusi keseluruhan. Dari total pemulihan, repointing hanya berkisar 81% saja. Sebagian dialihkan melalui koneksi serat optik (5%), dan 14% lainnya melalui koneksi seluler Telkomsel secara Machine to Machine (M2M).

"Ini solusi sementara saja, sesuai kesepakatan dengan pelanggan. Itu sebabnya, Crisis Center ini masih akan terus ada hingga dua bulan ke depan untuk memonitor dan membantu pelanggan-pelanggan kami hingga mendapatkan solusi permanen," pungkas Alex. (dtc/mag)

Komentar