Gerindra Usung Mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Pilgub Jabar

Senin, 07 Agustus 2017, 08:30:00 WIB - Peristiwa

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) sebelum mengadakan pertemuan tertutup di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7). (ANTARA)

Pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 mendatang kian semarak setelah Gerindra mengajukan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah. Burhanuddin merupakan ketua dewan pakar Gerindra menyanggupi maju di Pilgub Jabar.

Kabar penunjukan Burhanuddin untuk bertarung di Pilgub Jabar 2018 disampaikan ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi. Mulyadi diutus Prabowo menemui Burhanuddin untuk berdiskusi.

'Pak Prabowo minta saya menemui Pak Burhanuddin Abdullah, mantan gubernur BI yang berasal dari Garut,' kata Mulyadi dalam pesan singkat, Minggu (6/8).

'Pak Prabowo meminta saya untuk menemui beliau untuk menjadi salah satu kandidat dari Partai Gerindra dalam kontestasi Pilgub 2018,' sambung Mulyadi.



Pertemuan antara Mulyadi dan Burhanuddin dilaksanakan di salah satu hotel di Jakarta sore ini. Usai pertemuan, Mulyadi mengatakan Burhanuddin menyanggupi keinginan Prabowo untuk jadi kontestan Pilgub Jabar 2018. 'Beliau adalah ketua dewan pakar Partai Gerindra. Beliau bersedia untuk maju,' ucap Mulyadi.

Mengacu pada hasil rapat pimpinan daerah (rapimda) dan rapat pimpinan cabang DPD Gerindra Jabar, Mulyadi merupakan tokoh yang ditunjuk untuk maju di Pilgub Jabar. Mulyadi tak mempermasalahkan sosok Burhanuddin yang mendadak dimunculkan Prabowo di Pilgub Jabar 2018.

Menurut Mulyadi, yang terpenting cagub Jabar yang diusung Gerindra dapat diterima masyarakat. 'Kalau saya, hasil keputusan rapimda dan rapimcab 27 kabupaten/kota. Kalau Pak Burhanuddin menjadi tokoh yang diminta oleh Pak Prabowo,' sebut Mulyadi.

'Hasilnya, siapapun yang mendapatkan rekomendasi, Pak Prabowo akan mendengarkan respons kader dan masyarakat Jawa Barat. Beliau ingin memunculkan kandidat yang bisa memperjuangkan rakyat Jabar menjadi lebih maju dan diterima oleh masyarakat Jabar,' pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, Burhanuddin sempat terbelit kasus penarikan dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia. Kasus ini berawal persoalan yang dihadapi oleh Bank Indonesia. Yakni, banyaknya pejabat BI yang terjerat masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan revisi UU BI yang berlarut-larut di DPR.

Untuk menyelesaikan kedua hal itu diperlukan biaya yang tak sedikit. Akhirnya, dikeluarkan dana dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. Burhanuddin yang saat itu mengajukan banding hingga Mahkamah Agung memvonis lebih ringan dari vonis pengadilan tingkat pertama. Mahkamah Agung (MA) menghukum Burhanuddin menjadi tiga tahun penjara.

Vonis tiga tahun penjara kepada Burhanuddin ini dipotong masa tahanan yang telah dijalaninya sejak 10 April 2008 lalu. Selain dihukum 3 tahun penjara, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta. Bila denda tersebut tidak dibayar, Burhanuddin harus menjalani hukuman tiga bulan kurungan.

Burhanuddin sebelumnya dihukum lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp250 juta di pengadilan tingkat banding. Sedangkan di tingkat pertama, Burhanuddin dihukum lima tahun penjara. (dtc/mfb)

Komentar