"Saya dijadwalkan selama berada di Mesir, dalam rangkaian pertemuan OKI, akan hadir dan diminta oleh tuan rumah tentang sesi menyangkut Palestina, dan ini kepentingan nasional kita. Kita harus terus berupaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina sebagaimana yang kita laksanakan selama ini," lanjutnya.

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono beserta delegasi melakukan rangkaian kunjungan kerja dan kunjungan kenegaraan ke Liberia, Nigeria, Saudi Arabia, dan Mesir.

"Kegiatan kunjungan ada yang bersifat peningkatan hubungan bilateral, tetapi ada juga yg merupakan agenda kerja sama multilateral," kata SBY pada keterangan persnya sesaat sebelum bertolak menuju Monrovia, Liberia, di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (30/1), seperti dilansir presidensby.info

Kunjungan kerja pertama adalah ke Ibu Kota Liberia, Monrovia untuk menghadiri pertemuan High-Level Panel on Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda. Presiden SBY selaku co-chairs bersama PM Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf akan memimpin panel tersebut. "Fokusnya adalah mempersiapkan kerangka kerja sama yang baru sebagai kelanjutan dari MDGs yang meliputi dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan," kata SBY.

"Kita ingin kerja sama yang baru nanti lebih efektif dari MDGs yang sekarang ini," ujarnya.

Dia juga menjelaskan keinginannya untuk merekomendasikan ´Mengakhiri Kemiskinan Dunia´ sebagai tema sentralnya.

Setelah kunjungan ke Liberia berakhir, Presiden akan melanjutkan kunjungan ke Nigeria. Menurut SBY, Nigeria adalah negara Afrika yang penting, memiliki prospek yang baik dan juga potensi ekonomi yang baik.

Kunjugan ke Nigeria merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Nigeria dua kali mengunjungi Indonesia. "Oleh karena itu, tentu baik bagi saya dan delegasi berkunjung satu hari sebagai kunjungan balasan, dan sekaligus mengingat potensi Nigeria yang baik akan kita gunakan untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan bilateral," ujar SBY.

Dalam kunjungan berikutnya ke Saudi Arabia, Presiden SBY akan menghadiri forum bisnis. "Potensi kerja sama ekonomi dengan Timur Tengah tinggi, kita ingin menjalin kerja sama yang lebih nyata lagi dengan Timur Tengah," jelasnya.

Memanfaatkan keberadaan di Arab Saudi, Presiden SBY dan Ibu Ani juga akan menyempatkan diri untuk melaksanakan ibadah umrah ke Mekkah.

Negara terakhir dalam rangkaian kunjungan kerja dan kunjungan kenegaraan kali ini adalah Kairo, Mesir. "Di Kairo, dirancang akan dilaksanakan KTT Organisasi Kerja sama Islam (OKI). Insya Allah saya berada di Mesir sekitar satu hari. Di Mesir penting bagi negara-negara OKI untuk meningkatkan efektifitas kerja sama kita," jelas SBY.

"Saya dijadwalkan selama berada di Mesir, dalam rangkaian pertemuan OKI, akan hadir dan diminta oleh tuan rumah tentang sesi menyangkut Palestina, dan ini kepentingan nasional kita. Kita harus terus berupaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina sebagaimana yang kita laksanakan selama ini," lanjutnya.

Meskipun saat ini Mesir diwarnai berbagai gangguan politik, sosial, dan keamanan, namun sejauh ini Mesir sebagai tuan rumah tetap menyelenggarakan KTT tersebut. "Saya siap hadir disitu," kata SBY.

Turut mendampingi Presiden saat menyampaikan keterangan pers, diantaranya Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Mendag Gita Wirjawan, Menteri ESDM Jero Wacik, Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Agus Suhartono, dan Kapolri Timur Pradopo.