KPK Tunggu Penjelasan Tim Gabungan untuk Novel

Kamis, 03 Agustus 2017, 07:30:16 WIB - Peristiwa

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan perkembangan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7). Kapolri dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan kasus Novel Baswedan. ANTARA

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengaku sedang menunggu Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menjelaskan kabar terbaru kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. KPK juga menunggu penjelasan Kapolri mengenai tim gabungan.

"Ya sampai sekarang masih menunggu karena teman-teman di Polda belum memberikan update kepada KPK, termasuk rencana mereka ingin kapan memeriksa Mas Novel di Singapura. Tapi soal tim gabungan diusulkan Kapolri kami ingin mendengarkan detail dulu," kata Laode di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Namun saat ditanya kapan KPK akan bertemu dengan Kapolri, menurut Laode, KPK menunggu surat perihal pertemuan tersebut.

"Belum ada tanggal, mungkin akan bersurat dalam waktu dekat. Sebenarnya tidak perlu bersurat kalau beliau ingin datang berikan update sesuai kesepakatan dulu," ucap Laode.



Soal sketsa wajah pelaku, kata Laode, gambar pelaku mirip yang pernah diberikan Kapolri dalam pertemuan dengan KPK pada beberapa waktu lalu. "Pada waktu pertemuan itu sketsa masih dalam proses pengembangan. Iya, sama," ujar Laode.

Pada Senin lalu, Tito menjawab tentang desakan publik untuk membentuk tim gabungan pencari fakta yang melibatkan unsur sipil. Tito menegaskan sudah ada tim bentukan Polri yang juga membuka keterlibatan KPK.

"Saya pikir kita harus percaya kepada institusi KPK karena teman-teman di KPK kan cukup kredibel. Kalau saja dibentuk tim gabungan independen, misalnya, ini kan sifatnya mencari fakta, bukan melakukan investigasi. Kalau mencari fakta beda dengan investigasi," ujar Tito di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Tito mengatakan investigasi dapat melakukan penyelidikan lebih mendalam sampai menemukan data mentah. Tim investigasi bahkan dapat melakukan analisis IT untuk mengungkap kasus tersebut. (dtc/mfb)

Komentar