Jokowi Kecewa Ada Pejabat Kena OTT KPK

Senin, 28 Agustus 2017, 07:00:00 WIB - Peristiwa

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya (kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) serta Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo (kedua kanan) mengunjungi pameran pemenang lomba foto pembangunan infrastruktur di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (27/8). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengaku sangat kecewa masih ada pejabat di lingkungan pemerintahan yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Pasalnya, kata Jokowi, saat ini pemerintah tengah bekerja keras mewujudkan pembangunan infrastruktur.

"Sangat mengecewakan, sangat mengecewakan. Ini perlu saya ingatkan kepada seluruh pejabat agar tidak melakukan itu lagi," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau Pameran Kemajuan Pembangunan Infrastruktur Indonesia, di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (27/8) sore, seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden mengaku telah berkali-kali menyampaikan mengenai perlunya memperbaiki sistem. Tapi diakui Jokowi, ini juga terkait dengan integritas dan moralitas dari pejabat-pejabat pemerintahan. "Sudah berapa sih yang sudah ditangkap, baik di OTT oleh KPK maupun Saber Pungli? Kan sudah bukan puluhan, sudah ratusan, atau mungkin bahkan sudah ribuan," ujar Jokowi.

Terkait pembangunan infrastruktur itu sendiri, Jokowi menilai, Pameran Kemajuan Pembangunan Infrastruktur Indonesia telah menunjukkan, penggerjaan infrastruktur di lapangan itu sudah ada yang hampir selesai, ada yang proses masih 30 persen, ada yang 60 persen, ada yang 70 persen, dan ada yang sudah selesai. "Ini hasil jepretan fotografer ini ingin kita tunjukkan," ujar Jokowi.

Dia mengatakan, banyak sekali belum ia lihat, lebih dari separuh yang dipamerkan. Dengan melihat (pameran fotografi) itu, baik waduk, kemudian pelabuhan, airport yang kecil-kecil, kemudian jalan tol, menurut Presiden, menunjukkan progres perkembangan pekerjaan infrastruktur. "Kita ingin membangkitkan sebuah optimisme bahwa progress-nya itu betul-betul ada dan riil ada di lapangan," tegasnya.

Harapan Presiden Jokowi, 245 proyek strategis nasional bisa selesai pada 2019. Tapi diingatkannya, bahwa kendala-kendala di lapangan itu pasti ada. "Kita juga tidak menutup itu. Ada yang pembebasannya 1-2 masih bermasalah sehingga konstruksi di lapangannya juga tidak berjalan. Tapi setiap masalah selalu kita bicarakan dalam Rapat Terbatas," ucap Jokowi. (mag)

Komentar