Pedagang daging sapi di pasar tradisional (ANTARA)

Jelang Lebaran Permintaan Daging Sapi Naik
Senin, 19 Juni 2017, 07:00:00 WIB

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Menjelang hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, permintaan daging sapi semakin meningkat. Naiknya permintaan daging sapi membuat aktivitas di pemotongan sapi jelang Lebaran pun makin ramai.

Pemilik Rumah Potong Hewan (RPH) Karawaci Karnadi Winaga mengaku, peningkatan aktivitas potong menjelang Lebaran terjadi hingga empat kali lipat. Dari hari biasanya hanya 30-40 ekor menjadi 160 ekor per hari. "Meningkat 4 kali lipat, dari 30-40 ke 60 ekor per hari," ungkap Karnadi, kepada tim Satgas Pangan, Minggu (18/6) malam.

Menurut Karnadi, puncak permintaan mulai terjadi pada seminggu sebelum Lebaran, hingga dua hari menjelang Lebaran. "H-7 sampai H-2 Idul Fitri," pungkasnya.

Di RPH milik Karnadi sebanyak 250 ekor sapi ditampung untuk kemudian dipotong sesuai permintaan. Sebagian sapi Karnadi merupakan sapi hasil impor dari Australia yang didatangkan dari sejumlah feedlot di Bandung dan Lampung.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan ketersediaan barang pokok menjelang lebaran masih aman. "Hingga hari ini semua terkendali. Stok beras di DKI Jakarta dan seluruh Indonesia dipastikan aman," kata Enggar, Sabtu (17/6).

Untuk wilayah Jakarta, Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, H-8 Lebaran, stok beras di PT Food Station Tjipinang Jaya PIBC tersedia sebanyak 39.767 ton. Jumlah ini berada di level aman stok beras, yaitu di atas 30 ribu ton. Gula pasir dan minyak goreng juga tercatat dalam jumlah aman, masing-masing yaitu 432 ton dan 442 ribu liter.

Enggar juga kembali menegaskan, hingga saat ini Kemendag tidak mengeluarkan izin impor. "Kemendag tidak mengeluarkan izin impor hingga saat ini, sebaliknya terus mendorong penyerapan produksi dalam negeri," imbuhnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, Kemendag menurunkan tim khusus. "Tim khusus yang terdiri dari jajaran Kemendag, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Satgas Pangan diturunkan di 70 kabupaten/kota yang memiliki histori volatilitas komoditas pangan yang rawan. Tim ini akan
memastikan ketersediaan stok di masing-masing tempat," tandasnya.

Dengan demikian, lanjut Mendag, diharapkan tidak akan ada gejolak dalam beberapa hari terakhir. Hasil pantauan menunjukkan cadangan beras saat ini di atas rata-rata. Sementara itu harga bawang putih dan gula pasir tercatat mengalami penurunan. "Beras medium saat ini deflasi 0,06%. Cabe merah keriting turun, namun
penurunannya terlalu tajam," jelas Mendag.

Dengan pola kerja sama yang sinergis antara Kementerian bersama Pemerintah Daerah dan BUMN, maka jika ada laporan gejolak harga, Bulog akan mengisi kekurangan stok dan begitu pula sebaliknya akan menyerap stok apabila berlebih. "Saat ini haga baang pokok cenderung turun. Jika ada kenaikan, akan kami pastikan untuk diusut," tegasnya. (dtc/mag)



BACK TO HOME