Sesama anak bangsa tidak perlu ada perbedaan untuk mendapatkan haknya di bidang pendidikan, meski saat ini sejumlah lembaga pendidikan lebih banyak berstatus swasta. Faktanya, kemampuan hasil pendidikan dari lembaga swasta dan negeri sudah terjadi pemerataan, karena itu sesama anak bangsa tak perlu dibedakan.

Jakarta - Sesama anak bangsa tidak perlu ada perbedaan untuk mendapatkan haknya di bidang pendidikan, meski saat ini sejumlah lembaga pendidikan lebih banyak berstatus swasta. Faktanya, kemampuan hasil pendidikan dari lembaga swasta dan negeri sudah terjadi pemerataan, karena itu sesama anak bangsa tak perlu dibedakan.

"Mereka itu adalah anak Indonesia," kata Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar ketika meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) di MTs Jamiat Al Kheir Kebon Kacang, Jakarta, Senin (23/4).

Menurutnya, dilihat secara fisik, lanjut Wamenag, siswa terlihat dapat menjalankan ujian dengan tenang. Mereka telihat siap sehingga tak memperlihatkan wajah tertekan.

"Hal ini sungguh luar biasa. Kita harapkan mereka lulus dengan nilai baik," harapnya.

MTs Jamiat Al Kheir berdiri sejak 1901 dan selalu menunjukkan prestasi terbaik di Jakarta. Lembaga pendidikan swasta ini berdiri di atas lahan 1500 meter dengan siswa/siswi 141 anak.
"Berdiri di lingkungan rumah susun Kebon Kacang yang sebagian siswanya 50% berasal dari warga kurang mampu," kata Kepala Sekolah MTs Jamiat Al Kheir, Abdullah SAg seperti dilansir kemenag.go.id.