Calon Hakim Agung (CHA) Made Rawa Aryawan yang kini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Manado, mengaku sempat berpikir untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai seorang hakim lantaran pernah dikecam masyarakat. "Karena situasi yang sulit memaksa saya berpikir seperti itu," ucap Made Rawa.

Jakarta - Calon Hakim Agung (CHA) Made Rawa Aryawan yang kini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Manado, mengaku sempat berpikir untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai seorang hakim lantaran pernah dikecam masyarakat.

"Karena situasi yang sulit memaksa saya berpikir seperti itu," ucap Made Rawa seusai melakukan tes wawancara terbuka CHA yang digelar di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Senin (23/4).

Hakim yang telah dua kali mengikuti pencalonan hakim agung ini, mengatakan dirinya tidak tahan terhadap kecaman masyarakat yang menganggap bahwa hakim terbiasa melakukan korupsi dan suap.

"Saat itu kan memang pada tahun 2000 memasuki era reformasi. Jadi banyak pengadilan yang didemo masyarakat," ujar dia.

Ketika ditanyakan tanggapannya terkait dengan kesejahteraan hakim saat ini, menurut Made, harus melihat kondisi perekonomian negara terlebih dahulu, tetapi kalau melihat jumlah hakim saat ini. Yang lebih sedikit dibandingkan PNS tidak ada masalah.

"Jumlah hakim kan sekitar 7.000 orang. kalau kondisi sekarang, misalnya hanya penyesuaian-penyesuaian sebagaimana PNS, saya kira tidak ada masalah," pungkasnya.

Untuk diketahui, tes wawancara terbuka CHA yang di lakukan oleh KY akan berlangsung selama sembilan hari dari 23 April hingga 3 Mei 2012. Kandidat hakim agung yang mengikuti tes tersebut diberikan waktu wawancara selama 1,5 jam. Dalam persidangan panel ini, dipimpin oleh sembilan penguji yang terdiri dari tujuh komisioner KY, dan dua lainnya merupakan pakar hukum.