Terjadinya bentrokan antara TNI dan Polri sudah bukan hal yang aneh lagi, Kendati demikian, hingga saat ini belum jelas apa yang menjadi penyebab utama bentrokan itu. Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Basarah menilai, bentrokan itu terjadi karena ada masalah terpendam alias laten oleh dua institusi itu.

Jakarta - Terjadinya bentrokan antara TNI dan Polri sudah bukan hal yang aneh lagi, Kendati demikian, hingga saat ini belum jelas apa yang menjadi penyebab utama bentrokan itu. Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Basarah menilai, bentrokan itu terjadi karena ada masalah terpendam  alias laten oleh dua institusi itu.

"Ada masalah laten antara TNI dan Polri," kata anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah, di Jakarta, Senin (23/4).

Ahmad menyebutkan, terdapat beberapa kondisi yang menjadi penyebab, yakni pascapemisahan Polri dari ABRI, pengelolaan kewenangan masalah keamanan dalam negeri sepenuhnya kepada Polri, serta pelarangan berbagai bisnis TNI menimbulkan kecemburuan sosial dan ekonomi TNI terhadap Polri.

"Penerimaan kenyataan politik itu hanya ada pada level perwira-perwira tinggi TNI, tapi mulai dari level Pangdam Danrem, Dandim sampai ke level  prajurit merasakah betul perbedaan status antara Polri dan TNI. Perasaan cemburu dan iri terhadap Polri dari kalangan anggota-anggota TNI menyebabkan mereka mudah tersulut emosinya apabila sedikit saja ada masalah yang melibatkan unsur Polri," kata Basarah.

Para petinggi Polri dan TNI tidak boleh menganggap remeh masalah ini atau merasa pura-pura tidak ada masalah. "Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI harus turun tangan mencari jalan keluarnya. Jangan menunggu masalah ini menjadi besar baru mereka sibuk bertindak," kata politisi PDIP itu.

Oleh karena itu, menurut Ahmad, lebih baik mencegah daripada mengobati. "Karena mereka semua memegang senjata. Nanti rakyat yang akan jadi korban lagi," ungkap dia.