Ponpes Amanatul Ummah Dukung Khofifah di Pilgub Jatim

Minggu, 12 November 2017, 21:04:43 WIB - Peristiwa

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah) berdialog dengan warga saat acara penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PHK) tahap empat, di kantor Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (11/11). Penyaluran dana bantuan sosial nontunai yang bekerja sama dengan agen bank milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tersebut merupakan penyaluran bantuan terakhir yang menggenapkan total bantuan sosial PKH sebesar Rp1.890.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). (ANTARA)

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya KH Asep Syaefudin Chalim mewajibkan masyarakat Jawa Timur untuk memilih Khofifah Indar Parawansah dalam Pilgub Jatim 2018. Dia juga berharap Khofifah bisa segera mendapatkan pendampingnya di Pilgub Jatim dalam waktu dekat.

Menurutnya kewajiban memenangkan Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018 sesuai dengan amanah kemerdekaan Indonesia yakni menjadi adil dan makmur.

"Kaitannya dengan Pilkada Jatim apa? Khofifah yang insyaAllah ikut Pilkada Jatim beliau adalah sosok yang akan mampu mewujudkan Jatim adil dan mampu dari sisi karakternya jujur dan dapat dipercaya kemudian berkemampuan. Indikatornya (Berkemampuan) beliau begitu kaya dengan gagasan dan wawasan, begitu gampang menyampaikan gagasan dan wawasan serta mudah dimengerti meski oleh masyarakat awam," katanya usai deklarasi Sahabat Khofifah di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Minggu (12/11).

Ia menegaskan kewajiban memenangkan Khofifah tidak hanya berlaku bagi masyarakat muslim di Jawa Timur saja tetapi berlaku seluruh golongan. "Fardhu ain-nya itu lintas background, bukan orang muslim saja. Melebihi syari dan taqlifi atau hanya sebatas orang muslim saja," tegasnya.



Asep mengaku tiap malam selalu berdoa untuk Khofifah agar segera mendapat pendampingnya sehingga bisa mengikuti Pilgub Jatim.

"Saya tiap malam nangis, segera dapat ada kepastian. Dari sisi beliau harus segera diusung partai pengusung sehingga legowo semuanya dan ini langkah startegis untuk memenangkan agar kalau ada kegiatan seperti ini (deklarasi pemenangan) beliau bisa hadir. Kalau sekarang ketua panitia keberatan karena tidak ingin dianggap mendahului partai pengusung meski bu Khofifah sebenarnya ingin hadir," ungkap Asep.

Ditanya terkait dua nama yang disetorkan tim 17 pada partai pengusung Khofifah. Asep bungkam karena takut dimarahi, namun ia memastikan akan segera diumumkan dalam bulan November ini.

"Kan masih digodok (2 nama), bulan ini pasti bulan ini pasti, secepatnya mudah mudahan. Ya kan tidak boleh membocorkan, saya nanti dimarahi teman teman saya dan saya jadi tidak berkarakter," jawabnya.

Ia juga berpesan dalam Pilgub Jatim agar seluruh calon bisa berkompetisi secara berkarakter dan berkemampuan. Asep juga menyebut hal ini juga menjadi tugas Sahabat Khofifah untuk mensosialisasikan mulai saat ini.

"Mensosialisasikan fardu ain kemudian mensosialisasikan tidak ada keputusan PWNU untuk mendukung Gus Ipul itu tidak ada. Marilah dalam berkompetisi pilkada ini berkarakter dan berkemampuan," pungkas Asep. (dtc/mfb)

Komentar