Menhub Pastikan Pembangunan LRT Palembang Tak Meleset dari Target

Senin, 11 Desember 2017, 20:22:32 WIB - Peristiwa

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) didampingi Staff Khusus Kementrian PUPR Firdaus (kedua kanan) mengendarai lori saat meninjau progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) / kereta ringan di zona 1 pembangunan LRT Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (10/12). (ANTARA)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meyakini terget pengoperasian Light Rail Transit (LRT) Palembang pada Juni 2018 tidak akan meleset, jika hingga akhir Desember ini progres proyek LRT itu bisa mencapai 80 persen. Hingga 8 Desember 2017 kemarin progres pembangunan proyek LRT Palembang telah mencapai 77,31% .

'Progress LRT Palembang sudah mencapai 77,31% per 8 Desember 2017. Target akhir Desember 80%. Ini sudah sesuai target,' ujar Menhub saat meninjau proyek pembangunan LRT Palembang, Minggu (10/12).

Disebutkan Menhub bahwa 3 kereta akan datang pada akhir Maret 2018, dari 8 kereta yang ditargetkan beroperasi pada akhir Juni. Namun demikian Menhub meminta PT. KAI sebagai operator LRT mendatangkan lebih cepat 2 kereta pada bulan Februari agar bisa segera bisa diuji coba.

'Saya minta ada satu percepatan. Keretanya didatangkan lebih cepat dari bulan Maret. Bisa di Januari atau Februari. Satu atau dua kereta dulu. Ini agar kita tahu persis apakah ada hal-hal tertentu yang harus diperbaiki, sehingga kita punya waktu yang cukup,' katanya.



Terkait tarif yang akan dikenakan Menhub mengatakan LRT Palembang akan dipatok dengan tarif Rp5.000 dengan skema subsidi. Tarif ini akan ditentukan sama dengan angkutan kota, karena jika tidak, maka masyarakat tidak akan mau pindah ke LRT.

'Simulasinya akan kita detailkan dan akan kita bagikan ke publik bagaimana kita menetapkan tarif tersebut. Sosialisasi sekarang dilakukan oleh Pemda, kontraktor, Balai Perkeretaapian dan PT. KAI,' jelas Menhub Budi.

Menhub menggadang proyek LRT tersebut sudah bisa dioperasikan saat gelaran ASIAN Games. LRT bisa juga digunakan oleh masyarakat, tidak hanya atlet. Untuk itu ia meminta data jumlah atlet yang akan hadir di Palembang dan mobilisasinya selama ASIAN Games segera ada kejelasan.

'Tapi hal ini akan kita lihat dan dikaji. Makanya informasi tentang jumlah dan kapan kedatangan para atlet itu penting agar dapat dikalkulasi,' ujarnya, seperti dikutip dephub.go.id.

Menhub juga menyampaikan progres pengembangan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II untuk menunjang ASIAN Games sudah cukup baik. Ia juga meminta ada percepatan pembangunannya, seperti pembangunan garbarata dan sky bridge yang menghubungkan Stasiun LRT dan terminal penumpang. Ia menargetkan semua pekerjaan itu dapat rampung di bulan Februari.

Untuk itu Menhub meminta PT Angkasa Pura II cabang bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk berkoordinasi dengan pihak panitia ASIAN Games terkait jumlah atlet yang akan masuk dan meninggalkan Palembang selama perhelatan ASIAN Games 2018.

'Sebab hal ini berkaitan dengan movement yang kita rencanakan. Sekarang ini ada 130 flight. Informasi tentang jumlah dan kapan kedatangan para atlet itu penting agar dapat dikalkulasi karena itu menentukan jumlah penerbangan yang akan kita tambah. Jadi diketahui berapa yang dibutuhkan, sehingga dari sekarang sudah direncanakan' pungks Menhub. (rm)

Komentar