Poltracking Indonesia merilis survei kandidat calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2018. Dari sejumlah nama yang masuk bursa, Dede Yusuf berada di posisi terkuat.

Survei ini melibatkan 1.200 responden dan dilakukan pada 10-15 November 2017 dengan metode multistage random sampling. Margin of error penelitian ini +/- 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Poltracking melakukan pertanyaan semi terbuka soal cawagub Jabar kepada responden. Ada 15 nama kandidat yang muncul. Pertama adalah Dede Yusuf dengan perolehan 25,7%, posisi kedua ditempati Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) 19,8%, dan Desy Ratnasari berada di posisi ketiga dengan perolehan 9,3%.

Kemudian Poltracking juga melakukan sejumlah simulasi pertanyaan tertutup. Salah satunya terhadap 3 nama yang disebut-sebut akan maju sebagai cawagub di Pilgub Jabar, yakni bacagub Ridwan Kamil, Daniel Mutaqien; pasangan Deddy Mizwar, Ahmad Syaikhu; dan Puti Guntur Soekarno. Hasilnya, Daniel, yang merupakan kader Golkar, berada di posisi tertinggi.

"Jika dalam Pilkada Jabar ada 3 kandidat calon wakil gubernur, Daniel Mutaqien (10,6%) adalah kandidat tingkat elektabilitas paling tinggi. Selanjutnya Ahmad Syaikhu (8,2%) dan Puti Guntur Soekarno (5,4%)," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda yang menyampaikan hasil survei dalam diskusi ´Peta Elektabilitas Kandidat Gubernur dan Preferensi Pemilih Pilkada Jawa Barat 2018´ oleh Poltracking Indonesia di Hotel Sari Pan Pasific, Selasa (5/12).

Namun Hanta mengingatkan persentase masyarakat yang tidak menjawab atau belum memutuskan pilihan masih sangat besar dengan nilai 78,8%.

Adapun hasil survei soal elektabilitas kandidat cawagub Pilgub Jabar adalah sebagai berikut:

Dede Yusuf 25,7%
Aa Gym 19,8%
Desy Ratnasari 9,3%
Daniel Mutaqien 4,9%
Uu Ruzhanul Ulum 3,8%
Rieke Diah Pitaloka 3,6%
Ahmad Syaikhu 2,5%
Saan Mustopa 1%
TB Hasanuddin 0,9%
Cellica Nurrachadiana 0,8%
Puti Guntur Soekarno 0,8%
Tatang Zaenudin 0,3%
Ineu Purwadewi Sundari 0,3%
Netty Prasetiyani Heryawan 0,2%
Burhanudin Abdullah 0,1%
Lainnya 4,6%
Tidak tahu/tidak jawab 21,4%
(dtc/mfb)