Kiprah Indonesia Bantu Rohingya di Kancah Internasional

Rabu, 20 September 2017, 18:00:07 WIB - Peristiwa

Wapres Jusuf Kalla (kiri) menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Astana, Kazakhstan, Minggu (10/9). Jusuf Kalla menyampaikan tentang usulan program unggulan dan beasiswa kepada negara anggota OKI serta pentingnya kerja sama antar ´Center of Excellence´ pada Working Session I: Emerging Relations between Science and Society in the 21st Century. (ANTARA)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang khusus membahas Rohingnya di sidang tahunan PBB. Indonesia mengajak negara-negara OKI untuk memberikan bantuan logistik bagi pengungsi Rohingnya.

JK mengatakan semua negara yang hadir sepakat untuk membuat komunike (pernyataan bersama) agar Myamnar menghentikan kekerasan. 'Tapi saya bilang tidak hanya komunike. Kita bersama-sama membantu masyarakat itu sendiri dulu dengan logistik, dengan bantuan. Itu yang dibicarakan,' kata JK di sela-sela kegiatannya di New York, Amerika Serikat, Selasa (19/9).

Menurut JK, hanya Indonesia yang diperbolehkan oleh Myanmar masuk ke wilayahnya untuk memberikan bantuan, meski saat ini pihak Myanmar lebih memperketat masuknya pihak asing ke daerahnya. 'Pada akhirnya kita bantu lewat Bangladesh,' katanya.

Pada pertemuan itu, lanjut JK, lebih menghasilkan sebuah kesepakatan politik karena dunia internasional tidak dapat langsung mengintervensi masalah dalam negeri suatu negara.



'Hanya tekanan internasional termasuk UN dibutuhkan. Karena UN sendiri berdasarkan tim pencari fakta di bawah Kofi Annan dan negara lain termasuk OKI untuk memikirkan pressure politik sehingga dapat lebih terbuka,' jelasnya.

Dalam pertemuan dengan anggota OKI, Indonesia mengusulkan formula 4+1. 'Pertemuan OKI di Markas PBB penekanan pada formula 4+1 dan ajakan untuk bantu Myanmar yang sebelumnya telah disampaikan RI,' kata juru bicara Wapres JK, Husain Abdullah.

Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Rakhine yang berada di perbatasan Banglades dan Myanmar. Menurut Husain, Formula 4+1 berisi soal upaya menjaga stabilitas keamanan di Rakhine State.

'Pada pertemuan OKI di markas PBB, Wapres Jusuf Kalla berkesempatan menyampaikan poin poin penting tersebut,' terangnya.

Berikut isi formula 4+1 yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia:

1. Mengembalikan stabilitas dan keamanan
2. Menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan.
3. Perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama.
4 Pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan. (dtc/mfb)

Komentar