KPK Perlu Penjelasan Polri Soal Pembentukan Tim Gabungan Kasus Novel

Selasa, 01 Agustus 2017, 18:00:25 WIB - Peristiwa

Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (kedua kiri), Saut Situmorang (keempat kanan), dan Basaria Panjaitan (ketiga kanan), serta istri Novel Baswedan, Rina Emilda (kempat kiri), menghadiri doa bersama untuk Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/7). (ANTARA)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku perlu mendengarkan penjelasan Polri terkait rencana pembentukan tim gabungan untuk penanganan kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan pihaknya masih menunggu penjelasan lengkap Polri terkait pembentukan tim gabungan untuk penanganan teror ke Novel Baswedan. KPK menunggu penjelasan tersebut sebelum memutuskan ikut bergabung dalam tim atau tidak.

"Kami berharap ada tim dari Polda dan Mabes Polri untuk menjelaskan model dan tanggung jawab dari masing-masing instansi. Kami dengarkan dulu penjelasan lebih rinci," ujar Syarif kepada wartawan di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Selasa (1/8).

Syarif mengatakan, wacana pembentukan tim gabungan yang disodorkan Polri untuk membuka keterlibatan KPK dalam penanganan kasus teror terhadap Novel memang sudah disampaikan. Namun ia mengaku belum ada tindaklanjut atas rencana menggandeng KPK dalam tim.



Sementara itu terkait pemeriksaan Novel oleh polisi, Syarif mengatakan KPK siap memberikan pendampingan. KPK menurut Syarif menunggu kesiapan polisi.

"Tinggal nunggu dari Polda saja kapan mereka siap. Kita sudah siap dari awal dari tim Polda untuk menemani dari awal-awal," jelas Syarif.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menegaskan membuka keterlibatan KPK dalam pembentukan tim dengan Kepolisian. Penegasan itu disampaikan terkait munculnya desakan publik mengenai pembentukan tim pencari fakta (TPF) atas kasus Novel

"Saya pikir kita harus percaya kepada institusi KPK karena teman-teman di KPK kan cukup kredibel. Kalau saja dibentuk tim gabungan independen, misalnya, ini kan sifatnya mencari fakta, bukan melakukan investigasi. Kalau mencari fakta beda dengan investigasi," ujar Tito di Istana Kepresidenan.

Menurut Tito, investigasi dapat melakukan penyelidikan lebih mendalam sampai menemukan data mentah. Tim investigasi bahkan dapat melakukan analisis IT untuk mengungkap kasus tersebut. (dtc/rm)

Komentar