Tiga Partai Berlomba Menjadi Pendamping Ridwan Kamil

Jum'at, 17 November 2017, 18:00:09 WIB - Peristiwa

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan ´test drive´ usai meresmikan Peluncuran Mobil Listrik Itenas yang dinamai Evhero (Electric Vehicle Hero) di Kampus Itenas, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/11). Itenas berhasil merancang dan membuat mobil listrik jenis Crossover dengan dukungan biaya riset dari Kemenristekdikti dan perusahaan kendaraan motor listrik kurang lebih satu miliar rupiah dalam kurun tiga tahun. (ANTARA)

Tiga partai pendukung Ridwan Kamil yaitu PKB, PPP dan Golkar berebut posisi bakal calon wakil gubernur. PKB yang juga mengajukan kadernya, berharap tak ada aksi sepihak dari partai koalisi dalam menentukan pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar.

Sekadar diketahui, tiga partai koalisi pendukung Ridwan Kamil mengusulkan nama kader terbaiknya untuk menjadi bakal calon wakil gubernur. Golkar mengusulkan anggota DPR RI Daniel Mutaqien.

PKB mendorong dua kadernya, anggota DPR RI Maman Imanul Haq dan Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda. Sedangkan PPP menyodorkan Bupati Tasikmalaya UU Ruhzanul Ulum.

Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sangat mengapresiasi partai koalisi pendukung Ridwan Kamil mengusulkan nama kader terbaiknya. Tapi tentu, kata dia, penentuan nama pendamping Wali Kota Bandung di Pilgub Jabar harus melalui kesepakatan koalisi.



'Saya berharap tidak ada aksi sepihak,' kata Huda, saat dihubungi, Jumat (17/11).

Sejauh ini, dia mengakui belum ada pertemuan secara formal dengan partai peserta koalisi untuk membahas masalah ini. Dia memperkirakan pertemuan baru akan dilakukan pada Desember mendatang.

'Sejauh ini baru komunikasi secara informal. Semoga pertengahan Desember sudah ada pematangan politik di masing-masing partai (menyikapi nama pendamping Ridwan Kamil),' ujarnya.

Menurut Huda, penentuan sosok pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar harus segera disikapi. Sebab pendaftaran pasangan calon ke KPU itu akan dilakukan pada 10 Januari 2018 mendatang.

'Tentu pertengahan Desember (sudah ada pematangan). Karena paling lambat kita mendaftarkan pasangan calon ke KPU itu tanggal 10 Januari,' tutur Huda. (dtc/mfb)

Komentar