JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kegembiraan para petani atas harga beras yang tinggi tak berlangsung lama. Pemerintah bakal mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand sebanyak 500 ribu ton. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan impor tersebut. Impor yang dilakukan Kementerian Perdagangan ini dianggap menciderai petani.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita baru saja mengumumkan rencana impor beras untuk mengamankan pasokan dan mengendalikan harga beras di tingkat konsumen. Produk beras yang diimpor adalah jenis khusus, yaitu tidak ditanam di Indonesia dan biasanya untuk konsumsi hotel, restoran, dan katering."Yang diimpor beras khusus 500 ribu ton," kata Enggar dalam paparan di kantornya, Kamis (11/1).

Beberapa pekan belakangan ini harga beras jenis medium maupun premium melonjak. Di Pasar Induk Cipinang, harga beras medium tembus Rp 12.000/kg, di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450/Kg. Sedangkan beras premium Rp 13.000/kg, naik dari HET Rp 12.800/kg.

Sebelumnya Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Dirjen Kementan) Sumardjo Gatot Irianto bersama Bupati Pandeglang melakukan panen jagung dan padi. Hal ini menunjukkan bahwa panen selalu ada di tiap daerah di Indonesia, jika terjadi impor berarti sudah mencederai para petani di negeri ini.

"Selama ini issue yang berkembang bahwa stok kosong dan tidak ada panen. Hal ini tidak benar,  karena faktanya panen selalu ada  di Indonesia kurang lebih 1,5 juta hektar dan pandeglang sendiri panen 7000 hektar," kata Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto,  usai melakukan Panen Raya Padi di Kampung Kadupinang, Kecamatan Kaduhejo seperti dikuti dari kementan.go.id, Kamis (4/1).

Gatot menekankan, Badan Urusan Logistik (Bulog) harus hadir untuk membeli hasil panen petani jangan sampai hasil penen ini dibeli oleh tengkulak. "Saya minta Bulog harus membeli hasil panen baik dengan skema medium atau komersil. Harganyapun harus sesuai HPP, jangan merugikan petani, " katanya.

Gatot melanjutkan, Pandeglang merupakan daerah lumbung pangan nasional, jadi jangan sampai ada lahan yang tidur. Untuk mendongkrak produksi pertanian, akan mulai kegiatan tahun 2018 pada minggu pertama di bulan Januari. "Minggu depan CPCL harus sudah siap,  karena akan kita verifikasi. Siapkan rekening, uangnya akan kita transfer via Bank, "tambahnya.

Adapun lokasi yang panen yang dilakukan yakni Kampung Campaka,  Desa Saninten, Kecamatan Kaduhejo kurang lebih 3 hektar jagung dari 13 hektar yang ditanam. Kampung Kadupinang, Kecamatan Kaduhejo panen Padi seluas 20 hektar dari 100 hektar. Dan panen jagung di Kampung Cikembang,  Desa Cikoneng,  Kecamatan Mandalawangi seluas 5 hektar.

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan,  untuk meningkatkan produksi  Padi Jagung, dan Kedelai (Pajale), pihaknya akan melakukan pendekatan kembali kepada masyarakat karena sejauh ini banyak lahan yang tak bertuan. "Saat ini banyak lahan tidur yang pemiliknya bukan orang Pandeglang. Untuk itu kami akan lebih meningkatkan silaturahmi dengan masyarakat agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan, karena Pandeglang tahun 2018 ditargetkan jagung dan kedelai 20 ribu hektar untuk kedelai," katanya. (mfb)